Bagikan:

JAKARTA - Influencer muda asal Meksiko yang terkenal video tentang kecantikan dan tata rias, tewas ditembak saat tengah siaran langsung di media sosial TikTok.

Peristiwa itu menggemparkan lantaran negara tersebut menghadapi tingkat kekerasan berbasis gender yang tinggi.

Valeria Marquez (23) dibunuh pada Hari Selasa (13/5) di salon kecantikan tempatnya bekerja di Kota Zapopan oleh seorang pria yang masuk dan menembaknya, menurut jaksa penuntut negara bagian Jalisco mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Selasa malam, tanpa menyebutkan nama tersangka, dikutip dari Reuters 15 Mei.

Beberapa detik sebelum insiden, Marquez terlihat dalam siaran langsung TikTok-nya duduk di sebuah meja sambil memegang boneka mainan. Ia terdengar berkata, "mereka datang," sebelum sebuah suara di latar belakang bertanya, "Hai, Vale?"

"Ya," jawab Marquez, tepat sebelum mematikan suara pada siaran langsung.

Beberapa saat kemudian, ia ditembak mati. Seseorang tampak mengangkat teleponnya, dengan wajah mereka muncul sebentar di siaran langsung sebelum video berakhir.

Marquez, yang memiliki hampir 200.000 pengikut di Instagram dan TikTok, sebelumnya mengatakan pada siaran langsung, seseorang datang ke salon saat ia tidak ada di sana dengan "hadiah mahal" untuk diberikan kepadanya. Marquez, yang tampak khawatir, mengatakan ia tidak berencana untuk menunggu orang itu kembali.

Pernyataan itu mengatakan, peristiwa tersebut sedang diselidiki menurut protokol untuk pembunuhan terhadap perempuan atau anak perempuan karena alasan gender.

Menurut otoritas Meksiko, pembunuhan terhadap perempuan dapat melibatkan kekerasan yang merendahkan martabat, pelecehan seksual, hubungan dengan pembunuh, atau tubuh korban yang diekspos di ruang publik.

Meksiko sejajar dengan Paraguay, Uruguay, dan Bolivia sebagai negara dengan tingkat pembunuhan terhadap perempuan tertinggi keempat di Amerika Latin dan Karibia, menurut data terbaru dari Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Amerika Latin dan Karibia, dengan 1,3 kematian tersebut untuk setiap 100.000 perempuan pada tahun 2023.

Diketahui, Jalisco berada di peringkat keenam dari 32 negara bagian Meksiko, termasuk Mexico City, untuk kasus pembunuhan, dengan 906 kasus tercatat di sana sejak awal masa jabatan Presiden Claudia Sheinbaum pada Bulan Oktober 2024, menurut konsultan data TResearch.