Bagikan:

JAKARTA - Indonesia berduka. Eddie Marzuki Nalapraya, tokoh sentral dalam dunia Pencak Silat, wafat pada Selasa (13/5) pukul 09.50 WIB dalam usia 93 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia seni bela diri dan kebudayaan nasional.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto datang ke rumah duka di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), untuk memberikan penghormatan terakhir. “Kita mengenal beliau sebagai pejuang kemerdekaan, prajurit TNI yang meniti karier hingga Jenderal, serta tokoh penting dalam pembinaan Pencak Silat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menambahkan bahwa dirinya telah mengenal almarhum sejak 1980-an. “Beliau punya dedikasi luar biasa. Pencak Silat bukan sekadar bela diri, tapi warisan budaya yang menjaga kepribadian bangsa,” tegas Prabowo.

Ikut hadir dalam penghormatan tersebut, Menteri Luar Negeri dan Wakil Ketua Umum IPSI Sugiono, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo.

Prosesi pemakaman digelar di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga hadir langsung, menyampaikan belasungkawa dan penghormatan atas jasa-jasa besar almarhum dalam memajukan seni bela diri tradisional Indonesia.

“Kita kehilangan tokoh luar biasa di bidang budaya, khususnya Pencak Silat. Lebih dari 30 tahun saya mengenal beliau. Kiprahnya membawa Pencak Silat dikenal luas hingga ke dunia internasional. Beliau layak disebut sebagai Bapak Pencak Silat Dunia,” kata Menbud Fadli Zon.

Eddie Marzuki Nalapraya menjabat Ketua Umum PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) selama lebih dari dua dekade, dari 1981 hingga 2003. Di bawah kepemimpinannya, Pencak Silat resmi menjadi cabang olahraga di SEA Games 1987. Ia juga berperan besar dalam mendorong pengakuan UNESCO terhadap Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada Desember 2019 di Bogota, Kolombia.

Fadli Zon berharap warisan perjuangan almarhum dilanjutkan oleh generasi muda. “Apa yang telah dirintis beliau dan juga Pak Prabowo sebagai Ketua Umum IPSI harus diteruskan. Pencak Silat mengandung nilai-nilai filosofis dan tradisi panjang yang membentuk identitas bangsa,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keragaman aliran dalam Pencak Silat. “Diversitas aliran mencerminkan kekayaan budaya kita. Ini adalah harta yang harus kita lindungi dan kembangkan,” tutup Fadli.

Kementerian Kebudayaan secara resmi menyampaikan duka cita mendalam dan penghormatan tinggi atas dedikasi almarhum. Warisan Eddie Marzuki Nalapraya akan terus hidup dalam semangat para pendekar muda dan insan budaya Indonesia.