YOGYAKARTA - Tumbuh di tengah gemuruh semangat kemerdekaan Indonesia, Eddie Marzuki Nalapraya menjelma menjadi sosok sentral dalam perkembangan pencak silat di Indonesia. Penasaran? Mari kita bahas profil Eddie Marzuki Nalapraya!
Lebih dari sekadar seorang praktisi, dedikasi Eddie yang tak kenal lelah mengantarkannya pada pengakuan yang membanggakan di kancah Eropa, sehingga menjadikannya figur penting dalam memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya bangsa di mata dunia.
Profil Eddie Marzuki Nalapraya
-
Pejuang Kemerdekaan
Dilansir dari Antaranews, Eddie Marzuki Nalapraya lahir di Tanjung Priok, Jakarta, pada 6 Juni 1931. Eddie bukan hanya menyaksikan, tetapi juga turut serta dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia saat Agresi Militer Belanda tahun 1947 berkecamuk.
Pengalaman berharga Eddie tersebut menumbuhkan kekagumannya pada kemampuan bela diri para pejuang, yang kemudian memantik kecintaannya pada pencak silat.
Perjalanan hidup Eddie membawanya untuk menjalin persahabatan dan bergabung dengan komunitas pesilat, hingga akhirnya ia mengemban amanah sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) selama lebih dari dua puluh tahun, tepatnya dari tahun 1981 hingga 2003.
Baca juga artikel yang membahas Esensi Jurus Toya PSHT untuk Meningkatkan Kemampuan Bertarung
-
Mengenalkan Silat ke Dunia
Dedikasi Eddie Marzuki Nalapraya dalam memperkenalkan pencak silat ke kancah internasional membuahkan pencapaian gemilang.
Eddie memiliki andil signifikan dalam keberhasilan pengakuan pencak silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada tanggal 12 Desember 2019. Pada periode penting tersebut, dari tahun 2014 hingga 2019, Eddie juga mengemban amanah sebagai pembina Tim Pencak Silat Road to UNESCO and Olympic.
-
Diakui Eropa
Selain itu, pada tahun 1980, Eddie Marzuki Nalapraya juga mendirikan Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), sebuah wadah yang berhasil mengumpulkan berbagai organisasi silat dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Pada tahun yang sama, Eddie juga terpilih sebagai Presiden Persilat. Berkat inisiatifnya pula, seni bela diri pencak silat untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam ajang SEA Games pada tahun 1987.
Atas jasanya dalam memprakarsai kejuaraan pencak silat di Eropa pada tahun 2008, Eddie Marzuki Nalapraya kemudian dikenal dengan sebutan “Bapak Pencak Silat Eropa” di Swiss.
-
Pernah Menjadi Wakil Gubernur
Pada 5 April 1984, Nalapraya dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Jakarta Bidang Politik.
Pada waktu itu Eddie Nalapraya memiliki jabatan rangkap hingga akhirnya menyerahkan posisinya di ABRI pada November 1984. Masa baktinya sebagai wakil gubernur berakhir seiring dengan pelantikan penggantinya pada 19 Desember 1987.
Pasca Reformasi, Nalapraya kembali aktif dalam dunia politik. Pada 13 Juni 1998, ia bergabung dengan Dewan Pertimbangan Agung di bawah kepemimpinan Presiden B. J. Habibie.
Eddie Nalapraya menjadi anggota badan kerja dewan serta badan yang menangani pertahanan dan keamanan. Ia terus berkontribusi sebagai anggota dewan hingga lembaga tersebut dibubarkan pada 31 Juli 2003.
BACA JUGA:
-
Meninggal Dunia pada Usia 93 Tahun
Mayjen TNI Purn Dr. (HC) H. Eddie Marzuki Nalapraya, yang dikenal luas sebagai Bapak Pencak Silat Dunia dan tokoh olahraga nasional, berpulang ke Rahmatullah pada hari Selasa pukul 09.50 WIB. Beliau menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, pada usia 93 tahun.
Jenazah Eddie Nalapraya direncanakan akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Sebelum pemakaman, jenazah disemayamkan terlebih dahulu di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah sebagai penghormatan terakhir.
Selain Profil eddie marzuki nalapraya, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya!