Bagikan:

JAKARTA - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menekankan pentingnya kesiapan tempur kekuatan nuklir negaranya, saat mengawasi uji coba rudal balistik jarak pendek dan artileri jarak jauh pada hari Kamis, lapor media pemerintah Hari Jumat.

Uji coba tersebut, yang juga mencakup pemeriksaan keandalan operasional sistem "pemicu nuklir", dirancang untuk memastikan postur respons cepat untuk melawan iklim militer regional yang sensitif, kata kantor berita KCNA, melansir Reuters 9 Mei.

KCNA mengatakan, sistem roket peluncur ganda 600 mm dan rudal balistik taktis Hwasong-11 dikerahkan untuk uji coba tersebut.

Hwasong-11 dikenal secara internasional sebagai KN-23, serangkaian rudal balistik jarak pendek Korea Utara yang menurut pejabat Ukraina dan Barat dipasok ke Rusia dan digunakan oleh Moskow untuk menyerang Ukraina.

Menjelang peluncuran rudal, ada pemeriksaan sistem pertahanan nuklir, yang dijuluki oleh Korea Utara sebagai "pemicu nuklir", kata KCNA.

"Kim Jong Un mengatakan, sangat penting untuk terus menyempurnakan kesiapan tempur normal kekuatan nuklir" untuk mencegah perang dan berperang, " lapor KCNA.

"Ia mengatakan DPRK harus terus mengarahkan upaya untuk terus meningkatkan kemampuan serangan presisi jarak jauh dan efisiensi sistem persenjataan," tambah laporan itu, menggunakan singkatan nama resmi negara tersebut.

Sebelumnya, Korea Selatan dan Jepang pada Hari Kamis melaporkan beberapa rudal balistik ditembakkan dari pantai timur Korea Utara dalam apa yang diyakini sebagai uji kinerja rudal jarak pendek yang telah dikerahkan.

Seorang pejabat militer Korea Selatan dan seorang analis mengatakan, peluncuran rudal hari Kamis kemungkinan akan menguji kinerja persenjataan rudal jarak pendek, mungkin untuk meningkatkannya agar dapat diekspor.