JAKARTA - Pemerintah negara-negara di dunia harus bertindak segara untuk menghentikan kengerian di Jalur Gaza, kata direktur jenderal Palang Merah pada Hari Kamis, menambahkan penderitaan di sana telah mencapai titik di mana "mempertanyakan dasar-dasar kemanusiaan kita".
Israel memberlakukan blokade total terhadap daerah kantong tersebut pada Bulan Maret, ketika kampanye militernya yang menghancurkan terhadap Hamas dilanjutkan setelah gencatan senjata dalam perang yang telah berlangsung selama 19 bulan.
Puluhan dapur umum di Gaza menutup pintunya pada Hari Kamis karena kurangnya pasokan, menutup jalur bantuan yang digunakan oleh ratusan ribu orang dan meningkatkan kekhawatiran akan kematian akibat malnutrisi.
"Ini adalah momen keputusan bagi negara-negara dan para aktor dunia serta semua pihak untuk tidak membiarkan kengerian ini terus berlanjut," ujar Direktur Jenderal Komite Palang Merah Internasional Pierre Kraehenbuehl kepada wartawan di Jenewa, Swiss, dilansir dari Reuters 9 Mei.
"Semua orang harus merasakan kemarahan yang mendalam atas apa yang terjadi di Gaza," katanya, tanpa menyalahkan siapa pun.
"Saya tidak dapat mendamaikan diri saya dengan korban jiwa dari konflik ini dan terus terang jika ini adalah masa depan peperangan, kita semua seharusnya merasa takut," lanjutnya.
BACA JUGA:
"Kita semua harus sadar bahwa ini mempertanyakan dasar-dasar kemanusiaan kita," tambahnya.
ICRC telah memperingatkan respons kemanusiaan di Gaza hampir runtuh, dengan Kraehenbuehl mengatakan pada Hari Kamis, beberapa hari ke depan akan menjadi "sangat menentukan".
"Ada saatnya kita akan kehabisan semua yang tersisa," tandasnya memperingatkan.