JAKARTA - Asap putih membumbung tinggi di atas Kapel Sistina, Vatikan pertanda bahwa para kardinal telah memilih paus baru pada hari kedua konklaf, Kamis.
Identitas dan nama yang akan disandangnya sebagai paus, akan segera diumumkan, dikutip dari CNN 8 Mei.
Asap putih ini disambut haru umat beriman yang memenuhi Lapangan Santo Petrus, Vatikan.
Sebelumnya, pemungutan suara yang digelar dalam konklaf untuk memilih Paus baru pada Hari Rabu dan Kamis pagi, dua putaran pemungutan suara, belum menyepakati Paus baru.
Konklaf kali ini menjadi yang terbesar dan paling beragam secara geografis dalam sejarah pemilihan pemimpin 1,4 miliar umat Katolik di dunia.
Melansir Reuters, ada 133 kardinal dari 70 negara yang mengikuti konklaf kali ini, naik dari jumlah sebelumnya 115 kardinal dari 48 negara dalam konklaf tahun 2013, mencerminkan capaian upaya mendiang Paus Fransiskus untuk memperluas jangkau Gereja selama 12 tahun kepemimpinannya.
BACA JUGA:
Sejatinya, saat ini ada 135 kardinal yang berusia di bawah 80 tahun dan memenuhi syarat untuk memberikan suara dalam konklaf dari 71 negara, dikutip dari Associated Press.
Namun, dua kardinal secara resmi memberi tahu Takhta Suci Vatikan, mereka tidak dapat hadir karena alasan kesehatan, sehingga jumlah kardinal yang akan memasuki Kapel Sistina menjadi 133 orang.
Tidak ada Paus di zaman modern yang terpilih pada hari pertama konklaf. Mayoritas dua pertiga diperlukan untuk terpilih menjadi paus, yang berarti jika jumlah elektor tetap 133, pemenang harus memperoleh 89 suara.