Bagikan:

JAKARTA,— Menteri Kebudayaan RI mendorong agar kekayaan budaya Indonesia masuk dalam nominasi warisan dunia UNESCO. Seruan ini disampaikan dalam pertemuan dengan Prof. Khaled El-Anany, kandidat resmi Mesir untuk jabatan Direktur Jenderal UNESCO periode 2025–2029.

Prof. El-Anany, mantan Menteri Pariwisata dan Purbakala Mesir, datang ke Jakarta sebagai bagian dari tur diplomatiknya di Asia. Ia didampingi Duta Besar Mesir untuk Indonesia, H.E. Yasser Hassan Farag Elshemy, dan penasihat kedutaan Osama Hamdy. Dalam dialog di Gedung Kementerian Kebudayaan, Rabu, 7 Mei, Prof. El-Anany menyampaikan visinya menjadikan UNESCO sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan berbasis kebudayaan, pendidikan, dan ilmu pengetahuan.

Ia juga menekankan pentingnya pelestarian warisan budaya, peningkatan kapasitas otoritas nasional, dan pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) secara etis dalam pelindungan budaya.

Menteri Kebudayaan RI menyatakan dukungan terhadap pencalonan Prof. El-Anany. Ia menegaskan, “Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Kami percaya Prof. El-Anany adalah sosok berpengalaman yang memahami tantangan dunia kebudayaan global.”

Indonesia juga mengangkat aspirasi agar UNESCO ke depan lebih memberi ruang bagi negara mega-diverse seperti Indonesia dalam proses nominasi warisan budaya dan takbenda. Pemerintah Indonesia saat ini tengah aktif mengusulkan diri sebagai anggota Komite Antar Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

“Kami berharap bila Prof. El-Anany terpilih, dukungan terhadap keragaman budaya Indonesia—dari Aceh sampai Papua—dapat diperkuat. Potensi budaya kita layak masuk nominasi UNESCO,” ujar Menbud Fadli.

Pertemuan ini dinilai strategis, bukan hanya untuk mempererat kerja sama Indonesia–Mesir, tetapi juga memperkuat posisi negara-negara Global South dalam kepemimpinan organisasi kebudayaan dunia.