Bagikan:

JAKARTA - Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Hari Minggu mengumumkan, persediaan tepung di Jalur Gaza telah menipis.

"Kelaparan semakin parah di Gaza. Orang-orang, termasuk banyak anak-anak, berharap mendapatkan makanan untuk bertahan hidup, selama distribusi makanan hangat oleh organisasi amal. Kemarin WFP mengumumkan bahwa mereka telah menghabiskan sepenuhnya persediaan makanan di Gaza," tulis badan tersebut dalam unggahan di X, seperti dilansir dari WAFA 28 April.

Lebih jauh UNRWA menjelaskan, saat ini "hampir 3.000 truk bantuan penyelamat UNRWA siap memasuki Gaza," tetapi Israel terus memblokir masuknya pengiriman bantuan ini.

Gaza, rumah bagi sekitar 2,4 juta penduduk, sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan, yang telah terhenti total sejak 2 Maret. Sejak itu Israel menutup penyeberangan Karam Abu Salem, Zikim, dan Beit Hanoun, memutus pasokan penting ke wilayah tersebut.

Organisasi tersebut menekankan kebutuhan mendesak untuk mencabut pengepungan yang dilakukan Israel terhadap Gaza, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan terus menimbulkan dampak yang menghancurkan bagi penduduk.

Israel diketahui memberlakukan kembali blokade total pada semua pasokan ke Gaza sejak awal Maret, meluncurkan kembali operasi militer pada 18 Maret seiring dengan berakhirnya gencatan senjata yang berlaku sejak 19 Januari, dikutip dari Reuters.

Sejak saat itu, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 1.600 warga Palestina menurut otoritas kesehatan Gaza, memaksa ratusan ribu orang telah dipaksa meninggalkan rumah saat Israel merebut apa yang disebutnya sebagai zona penyangga tanah Gaza.

Israel mengatakan blokadenya ditujukan untuk menekan militan Hamas yang menguasai Gaza agar membebaskan 59 sandera yang masih ditahan sejak serangan 7 Oktober 2023.

Hamas sendiri mengatakan siap membebaskan mereka, tetapi hanya sebagai bagian dari kesepakatan yang mengakhiri perang.

Sebelumnya, Kepala UNRWA Philippe Lazzarini menggambarkan blokade tersebut sebagai hukuman kolektif bagi warga Gaza.

"Bantuan kemanusiaan digunakan sebagai alat tawar-menawar dan senjata perang. Pengepungan harus dihentikan, pasokan harus disalurkan, para sandera harus dibebaskan, gencatan senjata harus dilanjutkan," kata Lazzarini dalam unggahan di X pekan lalu.