JAKARTA - Pengusaha perhiasan yang jadi buronan penipuan bank di India, Mehul Choksi, ditangkap di Belgia. Pengacaranya kini mengajukan upaya hukum demi pembebasan Choksi.
Pemerintah India mengirimkan permintaan ekstradisi Choksi sebelum penangkapannya, kata seorang sumber di Direktorat Penegakan Hukum India kepada Reuters, Senin, 14 April.
Bank Nasional Punjab (PNB), pemberi pinjaman milik negara terbesar kedua di India berdasarkan aset, mengumumkan pada tahun 2018, pihaknya menemukan dugaan penipuan senilai 1,8 miliar dollar AS di satu cabang di Mumbai.
Bank tersebut mengajukan pengaduan pidana ke badan investigasi federal India terhadap beberapa entitas termasuk miliarder perhiasan Nirav Modi dan Choksi, pamannya dan direktur pelaksana Gitanjali Gems dengan mengatakan mereka telah menipu PNB.
Polisi federal India mengajukan tuntutan penipuan terhadap Choksi, Nirav Modi, dan lainnya terkait dengan dugaan keterlibatan dalam transaksi penipuan yang menyebabkan kerugian besar bagi PNB.
Kedua taipan berlian tersebut membantah melakukan kesalahan.
Choksi mengatakan dalam surat pada tahun 2018, "badan investigasi bertindak dengan pikiran yang telah ditentukan sebelumnya dan mengganggu jalannya peradilan."
"Banding akan diajukan untuk pembebasannya, dengan alasan bahwa ia sedang menjalani perawatan kanker dan tidak berisiko melarikan diri,” kata pengacara Choksi, Vijay Aggarwal.
Choksi ditegaskan pengacara, tidak melakukan pelanggaran apa pun di Belgia.
Nirav Modi melarikan diri dari India pada tahun 2018 sebelum rincian dugaan perannya dalam kasus tersebut diketahui publik. Ia ditangkap di Inggris pada tahun 2019 dan tetap ditahan di sana meskipun ia telah kalah dalam banding ekstradisi.
Modi tumbuh besar di pusat pemolesan berlian Belgia, Antwerp, dan Choksi sering mengunjungi kota itu, bahkan sebelum penipuan keuangan itu terbongkar.
Pengusaha berlian di Mumbai mengatakan Antwerp akan menjadi tempat yang ideal bagi Choksi untuk berlindung, karena ia mengenal orang-orang di sana dan tetap terhubung dengan mereka yang berkecimpung dalam bisnis itu.
Pekan lalu, seorang pengusaha Kanada kelahiran Pakistan yang dituduh membantu mengatur serangan tahun 2008 di Mumbai mendarat di New Delhi setelah AS mengekstradisinya dalam pemindahan pertama semacam itu dalam kasus terorisme.