JAKARTA - Perdana Menteri Prancis Francois Bayrou mengatakan naif dan berbahaya untuk berpikir China dapat menggantikan Amerika Serikat sebagai mitra dagang. Prancis mendesak negara-negara anggota Uni Eropa (UE) untuk bersatu dalam iklim ketegangan perdagangan global saat ini.
“Ide bahwa Amerika Serikat dapat digantikan oleh China adalah gagasan yang sangat berbahaya," kata Bayrou kepada wartawan pada Jumat, 11 April dilansir Reuters.
Presiden China Xi Jinping sebelumnya mengatakan kepada perdana menteri Spanyol, Tiongkok dan Uni Eropa harus bersatu dalam membela globalisasi dan menentang "tindakan intimidasi sepihak," dalam sindiran yang jelas terhadap kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.
Bayrou juga mendesak Uni Eropa untuk menunjukkan solidaritas dalam menghadapi ketidakpastian yang dipicu oleh Trump.
BACA JUGA:
"Ketika Presiden Amerika Serikat menaikkan tarif, itu adalah gempa bumi, tetapi ketika Presiden Amerika Serikat 48 jam kemudian menurunkan tarif, itu adalah gempa bumi lainnya," katanya.
Sebelumnya Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan keputusan Trump pekan ini untuk penangguhan tarif selama 90 hari yang telah dikenakannya pada negara-negara hanya memberi ruang untuk 'jeda yang rapuh'.
"Penangguhan sebagian tarif Amerika selama 90 hari mengirimkan sinyal dan membuka peluang untuk perundingan. Namun, penangguhan ini bersifat rapuh," tulis Macron di X.