Bagikan:

JAKARTA - Indonesia siap memberikan berbagai bantuan untuk Palestina, termasuk memainkan peran yang lebih luas jika diminta, memastikan siap menerima korban perang dari Jalur Gaza untuk menjalani perawatan dan pengobatan, bukan untuk pemindahan dari Tanah Airnya.

Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangannya Hari Kamis mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk membantu perjuangan Palestina.

Dikatakan, solidaritas rakyat dan Pemerintah Indonesia ditunjukkan melalui berbagai bantuan dalam bentuk peningkatan kapasitas, pembangunan infrastruktur serta bantuan kemanusiaan.

Lebih jauh dikatakan, Indonesia juga senantiasa konsisten mendorong penyelesaian konflik Palestina Israel berdasarkan prinsip Solusi Dua Negara (two-state solution), dan mendorong penghentian segala bentuk kekerasan.

Indonesia juga siap memainkan perang yang lebih luas apabila diminta oleh semua pihak yang terkait.

Tak hanya itu, apabila semua pihak menghendaki dan menyetujui, Indonesia juga siap menerima korban perang, terutama warga sipil, untuk melakukan pengobatan dan perawatan di Indonesia.

Selain korban luka, Indonesia siap menerima anak yatim piatu korban perang yang memerlukan perawatan karena trauma yang mereka alami.

"Sesuai arahan Presiden, keberadaan mereka di Indonesia bersifat sementara dan sama sekali tidak dimaksudkan untuk memindahkan Warga Palestina tersebut dari Tanah Air-nya," kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono, melansir keterangan Kementerian Luar Negeri, Kamis 10 April.

" Saya ingin menegaskan sekali lagi, Indonesia menolak setiap upaya yang akan merekolasi atau memindahkan Warga Palestina dari Tanah Airnya. Setiap upaya yang mengubah demografi Gaza merupakan pelanggaran hukum internasional," tegas Menlu Sugiono.

Diketahui, sejumlah negara telah menerima warga Palestina yang menjadi korban perang di Jalur Gaza, misalnya Mesir, Turki, Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA).

Indonesia sendiri telah mengirimkan Tim Kesehatan TNI ke Mesir dan Gaza untuk melaksanakan misi kemanusiaan tersebut.

Sehubungan dengan hal itu, Indonesia sedang melakukan konsultasi dengan berbagai negara, terutama dengan Pemerintah Palestina. Indonesia juga perlu memastikan, semua langkah tersebut sepenuhnya dilakukan untuk kepentingan rakyat Palestina dan mendapat dukungan negara – negara di

Kawasan.

Di tingkat nasional, Kemlu RI juga akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo, khususnya yang berkaitan dengan aspek teknis pelaksanaannya sejak keberangkatan dan kepulangan warga Palestina.

Waktu pelaksanaan rencana tersebut akan ditetapkan apabila semua konsultasi dengan berbagai negara dan persiapan teknis dapat diselesaikan.

Saat ini, Pemerintah Indonesia sedang melanjutkan konsultasi dengan berbagai negara dan persiapan di dalam negeri, sebelum pelaksanaan rencana tersebut, kata Kementerian Luar Negeri.

Presiden Prabowo sebelum memulai kunjungannya ke lima negara Timur Tengah (UEA, Turki, Mesir, Qatar dan Yordania) kemarin mengatakan, Indonesia siap menerima 1.000 warga Palestina dari Jalur Gaza untuk sementara waktu, guna menjalani perawatan dan pengobatan.

"Syaratnya adalah semua pihak harus menyetujui hal ini. Kedua, mereka di sini hanya sementara sampai pulih kembali, dan pada saat pulih dan sehat kembali, kondisi Gaza sudah memungkinkan, mereka harus kembali ke daerah mereka berasal. Saya kira itu sikap Pemerintah Indonesia. Untuk itu, saya harus konsultasi kepada pemimpin daerah tersebut," kata Presiden Prabowo.

Presiden menjelaskan dirinya sengaja datang langsung ke lima negara itu untuk berkonsultasi dengan pemimpin negara masing-masing, karena Presiden menyebut dirinya terus mendapatkan telepon dan menerima utusan yang menanyakan kesiapan Indonesia untuk membantu situasi di Gaza.