JAKARTA - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah akan memastikan seluruh prosedur terkait dengan korban tewas dan luka kecelakaan bus jemaah Umrah Indonesia berjalan dengan lancar, termasuk pemakaman lima korban tewas.
Empat dari enam korban tewas dalam kecelakaan yang terjadi pada Hari Kamis lalu merupakan satu keluarga, yakni Dawam Mahmud, Sumarsih Djarudin, Areline Nawallya Adam dan Audrya Malika Adam, yang merupakan ayah, ibu, dan dua putri.
"Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah berkomunikasi dengan keponakan almarhum Dawam Mahmud, dan pihak keluarga telah meminta agar seluruh jenazah dimakamkan di Arab Saudi," kata Konsul Jenderal RI Jeddah Yusron Ambary dalam keterangannya Hari Sabtu 22 Maret.
"Selain itu, korban meninggal lainnya, Eny Soedarwati, juga telah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga untuk dimakamkan di Arab Saudi," lanjutnya.
Sementara itu, terkait korban wafat Dian Novita, keputusan mengenai lokasi pemakamannya masih dalam pembahasan pihak keluarga, kata Yusron.
Konjen RI mengungkapkan, KJRI Jeddah telah mendapatkan jaminan dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, proses pemulasaran jenazah akan dipercepat.
Terkait dengan tiga korban luka yang masih menjalani perawatan, Konjen RI mengatakan korban Fabian (14) mengalami luka bakar 60 persen. Namun, dokter memastikan tidak ada cedera pada organ internal.
Fabian juga sudah dapat merespons saat diajak berkomunikasi oleh petugas KJRI Jeddah pada siang sebelumnya. Rencananya, ia akan dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar dengan fasilitas lebih lengkap.
"Orang tua Fabian dijadwalkan tiba malam ini (Sabtu malam waktu setempat) dan akan mengunjungi rumah sakit keesokan harinya. Fabian berangkat Umrah bersama budenya, almarhumah Eny Soedarwati, yang turut menjadi korban meninggal dalam kecelakaan tersebut," jelas Konjen Yusron.
Selain Fabian, korban lain yang masih dirawat adalah Ahsantudhonni Ghozali, yang juga direncanakan akan dipindahkan ke rumah sakit di Makkah, kata Konjen Yusron.
Sementara itu, Muhammad Alawi mengalami retak pada tulang lengan dan dijadwalkan menjalani operasi dalam waktu dekat, tambahnya.
Adapun 11 korban lainnya yang sempat menjalani perawatan sudah dinyatakan pulih dan diperbolehkan keluar rumah sakit. Konjen RI mengatakan, setelah mendapatkan izin medis, mereka telah tiba di Makkah dan kembali melanjutkan ibadah Umrah sesuai jadwal.
Konjen Yusron memastikan pihaknya terus memantau kondisi WNI yang masih dirawat dan terus memberikan pendampingan, serta berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan menjalin komunikasi dengan pihak keluarga, memastikan seluruh prosedur berjalan dengan lancar.
Selain menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk keperluan pemusalaraan jenazah enam WNI, KJRI Jeddah pada Hari Minggu dengan 11 jemaah untuk menerbitkan dokumen pengganti bagi mereka yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen akibat kecelakaan.
BACA JUGA:
Mengenai kecelakaan yang terjadi, Konjen Yusron memberikan koreksi dari informasi sebelumnya. Dijelaskannya, berdasarkan laporan Kepolisian Lalu Lintas Provinsi Mekkah dengan nomor 6003847369
tertanggal 21 Maret 2025, kecelakaan terjadi ketika sebuah jip Land Cruiser double cabin
yang melaju dari arah berlawanan melewati median jalan dan bertabrakan dengan bus yang
mengangkut jamaah Umrah asal Indonesia.
Benturan tersebut menyebabkan bus terguling, dan kedua kendaraan terbakar. Jeep dengan plat nomor Qatar tersebut dikemudikan oleh seorang warga negara Pakistan dengan seorang penumpang warga negara Bangladesh. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Dengan demikian, terdapat koreksi dari informasi sebelumnya, yang semula menyebutkan bus menabrak jeep yang menyalip, serta korban tewas di dalam jip adalah dua warga negara Bangladesh," jelas Konjen Yusron.