JAKARTA - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah telah mempertemukan orang tua dengan salah satu korban kecelakaan bus umrah, Fabian R Respati yang tengah mendapat perawatan intensif di rumah sakit Arab Saudi. Orang tua Fabian dikabarkan telah tiba di Jeddah, pada Sabtu, 22 Maret.
"Alhamdulillah tadi malam (Sabtu), saya sudah sampai di Jeddah dan dijemput KJRI Jeddah. Hingga akhirnya sampai saya bisa menemukan dan bertemu dengan anak saya Fabian R. Respati (14), korban kecelakaan bus ketika umrah di Makkah," ucap Agung Hari Andoko, ayah dari korban dikutip dari video yang diterima VOI, Minggu, 23 Maret.
Fabian sendiri mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Kata Agung, anaknya tersebut kini dalam kondisi perlahan membaik. "Alhamdulillah, tadi malam, kami diantar oleh teman-teman dari KJRI ketemu anak saya. Alhamdulillah kondisinya mudah-mudahan semakin membaik. Dia lagi berjuang dengan luka bakarnya," ungkapnya.
Dia berharap serta memohon doa agar anaknya tersebut bisa segera pulih. "Untuk itu, saya mohon, kami harap doa dari teman-teman anak saya, keluarga saya, ataupun masyarakat Bojonegoro, dan masyarakat Indonesia mohon bantuan doanya agar anak saya segera pulih kembali seperti sedia kala," pesan Agung.
Tak lupa, Agung mengapresiasi KJRI Jeddah yang sigap membantu serta memfasilitasi pertemuannya dengan Fabian.
"Untuk KJRI Jeddah, alhamdulillah support-nya sampai hari ini, kami sampai ke rumah sakit menjenguk anak saya Fabian Radya Respati. Terima kasih KJRI Jeddah," ucapnya.
Sementara itu, KJRI Jeddah, Yusron Ambari membenarkan insiden kecelakaan bus umrah yang penumpangnya merupakan jemaah WNI. Dia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Kamis, 20 Maret, pukul 13.30 waktu Arab Saudi atau 17.30 WIB.
Berdasarkan laporan dari Kepolisian Lalu Lintas Provinsi Makkah, kecelakaan terjadi ketika Jeep Land Cruiser double cabin yang melaju dari arah berlawanan melewati median jalan dan bertabrakan dengan bus yang mengangkut jemaah umrah asal Indonesia.
Benturan tersebut menyebabkan bus terguling, dan kedua kendaraan terbakar. Jip dengan plat nomor Qatar tersebut dikemudikan oleh seorang warga negara Pakistan dengan seorang penumpang warga negara Bangladesh. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian.
"KJRI Jeddah telah menerima informasi tentang adanya kecelakaan bus di Wadi Qudeid (Madinah-Mecca Road) atau sekitar 150 kilometer dari Kota Jeddah. KJRI Jeddah langsung menugaskan Satgas Pelindungan WNI ke lokasi kejadian. Dari lokasi kejadian, Tim KJRI Jeddah menyebar ke beberapa rumah sakit yang menjadi tempat rujukan korban," ujarnya dalam keterangan persnya dilansir dari laman resmi Kementerian Agama, Jumat, 21 Maret.
Tercatat, ada 20 jemaah umrah Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut namun enam di antaranya meninggal dunia dan selebihnya mengalami luka-luka.
Salah satu korban bernama Fabian, lanjut Yusron, mengalami 60 persen luka bakar. Namun, dokter memastikan bahwa tidak ada cedera pada organ internalnya. Fabian dikabarkan sudah merespons saat diajak berkomunikasi oleh petugas KJRI Jeddah.
Rencananya, dia akan dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar dengan fasilitas lebih lengkap.
"Orang tua Fabian dijadwalkan tiba malam ini (Sabtu) dan akan mengunjungi rumah sakit keesokan harinya (Minggu). Fabian sendiri berangkat umrah bersama budenya, almarhumah Eny Soedarwati, yang turut menjadi korban meninggal dalam kecelakaan tersebut," jelasnya.
Daftar enam korban meninggal dunia:
1. Sumarsih Djarudin (44)
2. Audrya Malika Adam (16)
3. Eny Soedarwati (49)
4. Dian Novita (38)
5. Areline Nawallya Adam (22)
6. Dawam Mahmud (48)
Daftar tiga korban dirawat:
1. Fabian R Respati (14) dirawat di RS King abdul Aziz Mahjar karena mengalami luka bakar serius.
2. Ahsantudhonni Ghozali (55) dirawat di RS Khulais, retak tulang.
3. Muhammad alawi (22) dirawat di RS Obhur Jeddah, retak tulang.