JAKARTA - Korban tewas akibat kampanye militer terbaru Israel di Jalur Gaza, Palestina yang dimulai Hari Selasa tembus 500 jiwa, hampir setengahnya adalah anak-anak.
Kementerian Kesehatan Gaza pada Hari Kamis mengumumkan jumlah korban tewas dan luka-luka akibat serangan Israel yang kembali dimulai Selasa dini hari usai gencatan senjata sejak 19 Januari lalu.
Dalam pengumumannya, kementerian mengatakan sebanyak 506 warga Palestina, 200 di antaranya anak-anak, tewas sejak Israel mengakhiri gencatan senjata, sementara 909 lainnya luka-luka, dikutip dari Mehr 20 Maret.
Sebelumnya, Kantor Perdana Menteri Israel mengonfirmasi dimulainya kembali perang di Jalur Gaza, dan cakupannya akan secara bertahap diperluas.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan dia telah memberi tahu militer untuk mengambil "tindakan keras" terhadap Hamas sebagai tanggapan atas penolakan kelompok itu untuk membebaskan sandera yang tersisa dan karena penolakan mereka terhadap proposal gencatan senjata.
Hamas sendiri diperkirakan masih menahan 59 dari sekitar 250 sandera yang ditangkap dalam serangannya pada 7 Oktober 2023 di Israel, menuduh Israel melanggar gencatan senjata dan membahayakan upaya mediator untuk mengamankan gencatan senjata permanen.
Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan dalam sebuah pernyataan video, jika para sandera tidak dibebaskan, "Israel akan bertindak dengan kekerasan yang belum pernah Anda lihat sebelumnya".
Terpisah, kelompok militan Palestina Hamas mengatakan operasi darat dan penyerbuan ke Koridor Netzarim adalah "pelanggaran baru dan berbahaya" terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua bulan.
Dalam sebuah pernyataan, kelompok tersebut menegaskan kembali komitmennya terhadap kesepakatan tersebut dan meminta para mediator untuk "memikul tanggung jawab mereka".
BACA JUGA:
Israel dan Hamas saling tuduh melanggar gencatan senjata, yang telah memberikan kelegaan bagi 2,3 juta penduduk Gaza setelah 17 bulan perang menghancurkan daerah kantong itu hingga menjadi puing-puing dan memaksa sebagian besar penduduknya mengungsi beberapa kali.
pada Hari Rabu, Israel Defense Forces (IDF) mengonfirmasi telah meluncurkan operasi darat "tepat sasaran" di Jalur Gaza bagian tengah dan selatan, yang dikatakan ditujukan untuk memperluas zona penyangga, dikutip dari The Times of Israel.
Pasukan Divisi ke-252 IDF memasuki area Koridor Netzarim, merebut sekitar setengahnya, hingga Jalan Salahuddin. Pada saat yang sama, IDF mengatakan telah mengerahkan Brigade Golani ke bagian selatan perbatasan Gaza, mempersiapkan diri untuk tindakan selanjutnya di Jalur Gaza.