Bagikan:

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan pihaknya tidak mewacanakan tambahan kuota haji 2025 kepada pemerintah Arab Saudi. Diketahui, kuota haji Indonesia tahun ini adalah 221.000 jamaah. 

"Kuota tambahan, kami belum mewacanakan kuota tambahan. Bukan berarti kami akan menolak kuota tambahan ya. Tetapi harus saya teliti. Kami harus hati-hati di sini ya. Karena berdasarkan pengamatan kami, kavling-kavling di Mina itu sudah finish dengan kuota yang sekian, bahkan sentimeternya itu sudah terukur," ujar Nasaruddin dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Rabu, 12 Maret. 

Menag mengatakan, Kemenag harus berhati-hati mengusulkan tambahan kuota agar tidak terjadi kekacauan di tanah suci.

"Kalau kita tambah 20 ribu, harus ada jalan keluarnya seperti apa. Jangan-jangan nanti justru itu nanti akan nyerbu kemahnya orang, nyerbu bus orang, nyerbu makanannya orang, nyerbu toiletnya orang. Sehingga yang kita panen ada sesuatu di luar dugaan kita. Maka itu, kalau nanti ada satu space yang memungkinkan, ya itu tergantung diukur," katanya. 

Kendati demikian, Menag tak menampik jika Indonesia masih bisa meminta tambahan kuota ke pemerintah Arab Saudi. Hanya saja, Kemenag masih menghitung fasilitas dan pelayanan jamaah selama berhaji. Terutama juga dengan kuota petugas haji. 

"Insyaallah kalau kami meminta ke Pemerintah Saudi Arabia, apalagi sekarang ini kan kementerian hajinya, kementerian kesehatannya bahkan juga ke orang tertingginya Saudi Arabia itu kita punya jalur. Mungkin kalau tambahan, itu dimungkinkan," kata Nasaruddin. 

"Tetapi pertanyaan kita, siapkah kita dengan fasilitas tambahan itu tanpa mengurangi kenyamanan kuota yang sudah di booking itu? Nah tetap kami pelajari sampai saat ini bapak ibu sekalian. Yang pasti bahwa petugas haji kami terus memohon untuk ditambahkan," pungkasnya.