JAKARTA - Jaksa penuntut negara Bosnia bu memerintahkan penangkapan pemimpin Serbia Bosnia yang didukung Rusia Milorad Dodik dan para pembantunya karena mengabaikan panggilan pengadilan.
Keputusan tersebut diambil dua minggu setelah kasus terpisah di mana Dodik dijatuhi hukuman satu tahun penjara karena menentang putusan utusan perdamaian internasional, kata juru bicara badan keamanan negara, SIPA.
Dilansir Reuters, Rabu, 12 Maret, jaksa telah meminta bantuan Badan Investigasi dan Perlindungan Negara Bosnia (SIPA) dalam penangkapan tersebut, yang dilakukan setelah Dodik dan para pembantunya mengabaikan panggilan pengadilan.
Tidak jelas apakah rencananya adalah menahan Dodik atau menemaninya untuk memenuhi panggilan tersebut.
Kantor kejaksaan negara sedang menyelidiki Dodik, presiden nasionalis pro-Rusia dari Republik Serbia otonom Bosnia, atas apa yang digambarkannya sebagai serangan terhadap tatanan konstitusional setelah ia memprakarsai penerapan undang-undang yang melarang peradilan dan polisi negara bagian dari wilayah tersebut setelah ia dijatuhi hukuman.
"Kami telah menerima permintaan dari polisi pengadilan Bosnia dan Herzegovina untuk membantu mereka," kata juru bicara SIPA Jelena Miovcic.
BACA JUGA:
Televisi Republik Serbia mengutip pemerintah daerah, melaporkan jaksa penuntut negara juga telah memerintahkan penangkapan Perdana Menteri Republik Serbia Radovan Viskovic dan presiden parlemen daerah Nenad Stevandic karena mengabaikan panggilan pengadilan dalam kasus penyerangan terhadap tatanan konstitusional.
Republik Serbia adalah salah satu dari dua wilayah yang dibentuk untuk mengakhiri perang 1992-5 yang menewaskan lebih dari 1.000.000 orang di Bosnia yang multietnis.
Mereka dihubungkan oleh pemerintah pusat yang lemah di negara yang diawasi oleh otoritas internasional untuk mencegahnya kembali terjerumus dalam konflik.