JAKARTA - Pasukan Rusia terus maju di wilayah Kursk pada hari Senin dan mengepung pasukan Ukraina yang bertujuan untuk memaksa ribuan tentara Ukraina melarikan diri atau menyerah di Rusia bagian barat.
Kemajuan pasukan Rusia yang mengancam ribuan tentara Ukraina terjadi tepat saat Ukraina bersiap untuk melakukan pembicaraan dengan para diplomat tinggi AS di Arab Saudi pada Selasa pekan lalu.
Pasukan Ukraina merebut sekitar 1.300 km persegi (500 mil persegi) wilayah Kursk milik Rusia pada Agustus dalam apa yang disebut Kyiv sebagai upaya untuk mendapatkan posisi tawar dalam negosiasi mendatang dan memaksa Rusia untuk mengalihkan pasukan dari Ukraina timur.
Namun pada pertengahan Februari, Rusia merebut kembali sedikitnya 800 km persegi (300 mil persegi) wilayah di Kursk dan dalam beberapa hari terakhir melancarkan serangan besar-besaran dari berbagai arah yang mengancam akan memutus jalur pasokan Ukraina dan rute potensial penarikan pasukan.
Blog perang Rusia, Two Majors, mengatakan pasukan Rusia telah membersihkan permukiman Ivashkovsky. Pasukan bergerak dari tujuh arah.
Yuri Podolyaka, seorang blogger militer pro-Rusia kelahiran Ukraina, mengatakan dia mengalami kesulitan mengikuti perkembangan karena kemajuan Rusia begitu cepat.
Dia mengatakan unit-unit Ukraina terjebak di beberapa kantong di Kursk.
BACA JUGA:
"Selama empat hari terakhir, pasukan Rusia telah membersihkan banyak wilayah di wilayah Kursk yang terkadang tidak dapat mereka bersihkan dalam beberapa bulan," kata seorang blogger Rusia yang dekat dengan kementerian pertahanan yang dikenal dengan nama Rybar dilansir Reuters, Senin, 10 Maret.
"Bagian depan telah ditembus," kata Rybar.