Bagikan:

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, Patra Jasa, mengambil langkah strategis dengan membangun pusat riset internasional di Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi pengembangan ekosistem riset dan inovasi di kawasan IKN, sejalan dengan visi kota pintar dan berkelanjutan.

Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, mengapresiasi inisiatif Pertamina yang menjadi salah satu investor pelopor dalam proyek ini. Pusat riset tersebut akan berlokasi di Wilayah Pengembangan (WP) 1B, tepatnya di kawasan Edutown, yang nantinya akan berkembang menjadi WP Riset dan Inovasi (WP6) di IKN.

"Proyek ini menjadi langkah konkret dalam mempercepat pengembangan riset dan inovasi di IKN. Kami berharap proyek ini dapat menarik lebih banyak investor di sektor pendidikan, riset, dan energi hijau," ujar Agung, dikutip dari ANTARA, Minggu, 10 Maret.

Dalam proyek ini, Pertamina melalui Patra Jasa menjalin kemitraan strategis dengan Bakrie Group untuk mengundang investor internasional, khususnya di sektor pendidikan, riset, dan inovasi. Fokus utama dari pusat riset ini adalah pengembangan energi hijau dan keberlanjutan (green energy & sustainability), yang mendukung IKN sebagai kota berkelas dunia yang ramah lingkungan.

Sebagai bentuk kepastian hukum bagi para investor, Otorita IKN dan Patra Jasa telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan lahan di IKN. Langkah ini dianggap menjadi sinyal kuat bagi dunia usaha bahwa iklim investasi di IKN semakin kondusif dan siap berkembang.

"Kami mengapresiasi langkah Pertamina yang telah melakukan groundbreaking di IKN pada Juni 2024. Komitmen ini menunjukkan kesiapan Pertamina dalam mewujudkan Nusantara Sustainability Hub, yang akan menjadi pusat inovasi dan riset energi hijau," tambah Agung.

Direktur Utama Patra Jasa, Ray S.M. Daulay, menyampaikan bahwa Nusantara Sustainability Hub akan memiliki empat nilai tambah utama, yaitu:

- Berorientasi Net Zero – Bangunan akan dikembangkan dengan sumber energi rendah emisi, mendukung target nol emisi karbon.

- Kepemimpinan Teknologi – Fasilitas yang dibangun akan meningkatkan keterampilan dan kapabilitas SDM Indonesia dalam bidang riset dan inovasi.

- Aspek Lingkungan – 20 persen lahan akan dialokasikan sebagai area hijau untuk konservasi flora dan fauna.

- Aspek Komersial – Desain arsitektur hijau dengan teknologi terbaru menciptakan lingkungan hemat energi dan ramah lingkungan.

Sebagai proyek unggulan di IKN, Nusantara Sustainability Hub diharapkan menjadi pusat inovasi yang menarik investor global dan memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi hijau dan keberlanjutan.