Bagikan:

JAKARTA - Perdana Menteri Greenland Mute Egede mengatakan rakyat Greenland akan menentukan masa depan mereka sendiri dan tidak ingin menjadi orang Denmark atau Amerika.

Egede menyampaikan pernyataannya sebagai reaksi terhadap Presiden AS Donald Trump yang menegaskan kembali keinginannya untuk menjadikan Greenland, yang saat ini merupakan wilayah semi-otonom kerajaan Denmark, menjadi bagian dari Amerika Serikat.

“Kami tidak ingin menjadi orang Amerika atau Denmark, kami adalah Kalaallit (Warga Greenland). Orang Amerika dan pemimpin mereka harus memahami hal itu,” kata Egede dilansir Reuters, Rabu, 5 Maret.

“Kami tidak untuk dijual dan tidak bisa diambil. Masa depan kami ditentukan oleh kami di Greenland,” tambahnya.

Pemerintah Greenland saat ini berada dalam masa sementara menjelang pemilu yang dijadwalkan pada 11 Maret. Kampanye ini terutama berpusat pada aspirasi kemerdekaan pulau tersebut mengingat kepentingan Trump.

Menteri Luar Negeri Denmark secara terpisah menegaskan, penting bagi Trump untuk mengakui hak Greenland untuk menentukan nasib sendiri dalam pidatonya di depan Kongres.

Jajak pendapat menunjukkan sebagian besar warga Greenland menentang bergabung dengan Amerika Serikat, meskipun mayoritas mendukung kemerdekaan dari Denmark. Pemerintah Denmark mengatakan pulau Arktik harus menentukan masa depannya sendiri dan tidak untuk dijual.

“(Trump) mengatakan (mereka) menghormati hak penentuan nasib sendiri di Greenland, dan saya pikir itu adalah bagian terpenting dari pidatonya,” kata Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen pada konferensi pers di Helsinki pada Rabu.