Bagikan:

YOGYAKARTA – Big 4 adalah sebutan untuk empat perusahaan di bidang akuntansi yang cukup besar di Amerika Serikat. Karena reputasinya yang sangat baik, perusahaan Big 4 bahkan menjadi kantor impian bagi siapa saja yang berprofesi sebagai akuntan. Pasalnya perusahaan ini tidak hanya memberikan berbagai keuntungan bagi para pekerjanya baik materi maupun prestis.

Mengenal Perusahaan Big 4

Perusahaan Big 4 sendiri terdiri dari empat kantor akuntan yakni Ernst & Young (EY), Deloitte, Klynveld Peat Marwick Goerdeler (KPMG), dan PricewaterhouseCoopers (PwC). Antar perusahaan tersebut tidak saling terkait. Hanya saja masing-masing memiliki aset yang besar dengan jaringan yang sangat luas di berbagai negara. Sehingga keempatnya dijuluki sebagai Big 4.

Berikut ini profil singkat masing-masing perusahaan Big 4 yang memiliki jaringan di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

  1. EY (Ernst & Young)

Perusahaan Ernst & Young (EY) adalah perusahaan merger antara Ernst & Whinney dan Arthur Young & Co.. Dikenal sebagia perusahaan tertua karena berdiri di Inggris pada tahu 1989, namun cikal bakal perusahaan ini sudah ada sejak 1849.

Perusahaan ini memiliki berbagai layanan mulai dari audit, pajak, hingga konsultasi. Selain itu EY juga dikenal karena dapat diandalkan perusahaan karena membantu meningkatkan transparansi sekaligus akurasi keuangan.

Perusahaan EY ada di Indonesia dengan menggandeng Kantor Akuntan Publik (KAP) Suherman, Surja, dan Purwantono.

  1. PWC (PricewaterhouseCoopers)

Perusahaan akutansi terbesar di dunia lainnya adalah PricewaterhouseCoopers (PWC). Perusahaan ini merger dari Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand. Meski didirikan pada tahun 1998, cikal bakal PWC sudah ada sejak abad ke-19. Bahkan di cikal bakalnya sudah ada di 150 negara lebih dengan berbagai layanan.

PWC memberikan layanan profesionalnya seperti audit keuangan, perpajakan, konsultasi strategis dan operasional di berbagai sektor. Hasilnya, perusahaan ini berhasil membukukuan penjualan dengan nilai fantastis. Di tahun 2017 misalnya, PWC bisa mencatatkan penjualan sebesar 37,68 miliar dollar.

Di Indonesia, PWC sudah ada sejak 1990. Perusahaan ini menggandeng KAPWibisana, Tanudiredja, Rintis & Rekan.

  1. KPMG (Klynveld Peat Marwick Goerdeler)

Nama perusahaan ini berasal dari gabungan nama para pendirinya yang merger pada tahun 1987. KPMG dikenal sebagai kantor akuntan publik yang melayani audit, pajak, hingga konsultan manajemen risiko.

Saat ini KPMG dilaporkan telah mempekerjakan 104.000 orang dan menjalin kemitraan dengan sebanyak 144 pihak di berbagai negara. Di Indonesia, KPMG memiliki beberapa unit bisnis, beberapa di antaranya adalah KPMG Advisory Indonesia dan Siddharta Widjaja & Rekan.

  1. ­Deloitte (Deloitte Touche Tohmatsu Limited)

Deloitte berdiri pada tahun 1990. Nama Deloitte Touche Tohmatsu Limited sendiri merupakan gabungan dari nama nama William Welch Deloitte, George Touche, dan Panglima Nobuzo Tohmatsu.

William Welch Deloitte sendiri mendirikan cikal bakal Delloitte pada tahun 1845. Dan hingga saat ini, perusahaan Deloitte fokus di empat layanan yakni audit, konsultasi, layanan pajak, dan layanan keuangan. Meski demikian perusahaan ini menawarkan layanan lain.

Saat ini Deloitte telah hadir di banyak negara termasuk di Indonesia. Di Indonesia layanan Deloitte bisa didapatkan melalui PT Deloitte Konsultan Indonesia.

Itulah informasi terkait perusahaan Big 4. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.