JAKARTA – Memori hari ini, empat tahun yang lalu, 15 Juni 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Zulkifli Hasan (Zulhas) jadi Menteri Perdagangan (Mendag). Pelantikan itu membuat Zulhas berjanji akan prioritaskan ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau bagi Masyarakat.
Sebelumnya, stok minyak goreng nasional tak pernah terganggu. Semuanya berubah kala pandemi COVID-19 datang. Kelangkaan minyak goreng mulai terasa. Nyali Kemendag pun dipertaruhkan lawan mafia minyak goreng.
Negeri dengan sumber daya alam melimpah bukan jaminan rakyatnya dapat hidup Sejahtera. Kondisi itu terlihat saat minyak goreng langka di pasaran, padahal kebun sawit di mana-mana. Semuanya bermula dari pandemi COVID-19 yang menghantam Indoneisa sedari 2020.
Kehadiran virus korona membawa kepanikan di seantero negeri. Orang-orang kemudian berlomba-lomba mencukupi keperluan sembako harian. Minyak goreng pun jadi hal yang paling dicari baik minyak goreng curah, minyak goreng sederhana, hingga minyak goreng premium.
Suasanapanic buying(panik belanja) bawa masalah. Hal itu membuat minyak goreng tak selalu ada dalam etalase kios atau toko. Puncaknya kelangkaan minyak goreng mulai terasa pada awal 2022. Segenap rakyat meminta pemerintah ambil sikap.

Kemendag coba memotret masalah. Mereka melihat stok minyak goreng nasional sebenarnya tak bermasalah, stoknya melimpah. Kemendag curiga bahwa ada pengusaha nakal yang coba menahan stok minyak goreng untuk memperoleh keuntungan.
Berbagai kebijakan coba dibuat. Kemendag mengancam akan mencabut izin usaha pengusaha yang nakal. Kemenag pula mencoba menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak. Hasilnya jauh dari harapan, kelangkaan malah terus terjadi.
Kondisi itu kemudian membuat Mendag, Muhammad Lutfi minta maaf kepada rakyat Indonesia. Permintaan maaf itu dilakukan karena belum mampu kalahkan mafia minyak goreng.
"Ada orang-orang yang tidak sepatutnya mendapatkan hasil dari minyak goreng ini. Misalnya minyak goreng yang seharusnya jadi konsumsi masyarakat masuk ke industri atau diselundupkan ke luar negeri.”
"Yang terjadi ketika kebanyakan dari minyak tidak bisa dipertanggungjawabkan, makanya terjadi kemiringan tersebut. Dengan permohonan maaf, Kemendag tidak dapat mengontrol karena ini sifat manusia yang rakus dan jahat. Di kemudian hari saya mintakan kepada Satgas Pangan untuk melawan orang-orang mafia-mafia ini yang rakus dan jahat ini kita mesti bersama-sama untuk kita kerjakan," ungkap Lutfi dalam rapat kerja di DPR RI sebagaimana dikutip lamankompas.com, 17 Maret 2022.
Permintaan maaf Lutfi membawa narasi ketidakmampuan Kemendag dalam membereskan isu kelangkaan minyak goreng. Kondisi itu kemudian jadi perhatian Presiden Jokowi. Alhasil, Jokowi ambil sikap. Ia memilih mencopot Lutfi dari jabatannya sebagai Mendag.
BACA JUGA:
Alhasil, Jokowi bergerak cepat untuk memilih Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulhas sebagai Mendag yang baru. Zulhas pun dilantik Jokowi di Istana Negara pada 15 Juni 2022. Jokowi menganggap Zulhas akan mampu menangani urusan kelangkaan minyak goreng.
Pelantikan itu membuat Zulhas kena kritik. Zulhas dianggap belum punya pengalaman urusan perdagangan. Namun, Zulhas pun mencoba menepis kritik yang ada. Ia menganggap dirinya sudah kenyang pengalaman sebagai politisi.
“Backgroundsaya yang pengalamannya panjang, pernah juga menteri, pernah juga pimpinan MPR, sayainsyaallahdengan bersama-sama teman-teman bisa cepat menyelesaikan terutama minyak goreng, ketersediaannya ada, harga terjangkau. Kalau berlama-lama kan kasihan rakyatnya. Itu saya kira prioritas. Mau belajar, tetapi belajar cepat,” ujar Zulhas sebagaimana dikutip lamanSetkab.go.id, 15 Juni 2022.