JAKARTA - Sejumlah kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah akan menggelar program mudik gratis pada Lebaran tahun ini. Dari kondisi itu, perlu ada koordinasi antarlembaga dalam pelaksanaan mudik gratis.
Hal ini diungkapkan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi usai rapat koordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
"Kami berkoordinasi supaya bus-bus yang digunakan dapat termanfaatkan secara maksimal, jadi tidak ada bus kosong karena ada masyarakat kita yang daftar double," kata Dudy di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 3 Maret.
Dudy menjelaskan, pemerintah akan menggunakan satu aplikasi untuk dipakai semua penyelenggara mudik gratis. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya pendaftar mudik gratis secara dobel.
"Kita coba masukkan dalam satu program. Nanti dari Kemenhub akan memperkenalkan satu aplikasi untuk para penyelenggara. Sehingga itu bisa dibuat untuk double check pemudik yang melakukan prosedur pemesanan," urai Dudy.
BACA JUGA:
Berdasarkan data, pada tahun lalu banyak masyarakat yang mendaftar mudik gratis lebih dari satu penyelenggara. Sehingga, hal ini mengakibatkan kuota yang tercatat menjadi tak terpakai. Banyak pula bus yang berangkat dengan bangku kosong.
"Ini yang kita hindari. Jadi, memanfaatkan semaksimal mungkin semua program mudik gratis yang dilakukan oleh kementerian pemerintah daerah maupun lembaga. Begitu juga swasta," ungkap Dudy.
"Karena biasanya pemesanan kan menyampaikan identitas, inilah yang kita koordinasikan, kita sinkronkan, sehingga tidak ada dobel pendaftaran," tambahnya.