Bagikan:

BOGOR - Debit air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa dilaporkan masih tinggi pada Senin 3 Maret pagi. Tinggi muka air (TMA) Ciliwung masih berada di 80 sentimeter atau dalam status Siaga 4 Banjir Jakarta dan Pintu Air Manggara Waspada.

Berdasarkan laporan Pos Pengawas Bendung Katulampa, pascameluap hingga Siaga 1 dengan TMA 210 cm pada Minggu malam, Senin dini hari hingga pagi TMA berangsur turun.

Tercatat pada pukul 03.00 WIB TMA Ciliwung di Bendung Katulampa masih dalam dalam level waspada dengan TMA 90 cm dan pada pukul 05.00 WIB sudah berada di 80 cm dengan status Siaga 4 banjir Jakarta.

Sementara, Pintu Air Depok melaporkan TMA Ciliwung di Panus 270 cm dengan status waspada, Pintu Air Manggarai 700 dengan status waspada, Angke hulu 240 cm, dan Pesanggrahan 225 cm juga dalam status waspada.

Sebelumnya, Pada pukul 21.00 WIB, ketinggian air di Bendung Katulampa mencapai 200 sentimeter. Setengah jam kemudian, pada pukul 21.33 WIB, kembali naik hingga 221 sentimeter.  

"Untuk itu, saya mengimbau kepada masyarakat yang ada di bantaran Ciliwung untuk waspada. Khususnya warga Jakarta, kemungkinan limpasan air ini akan tiba di wilayah Jakarta sekitar pukul 06.30 pada Senin  pagi," kata Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Minggu malam.  

Hingga pukul 23.30 WIB, pihaknya masih terus memantau situasi dan kondisi debit air di Bendung Katulampa.  

Untuk meminimalkan dampak bencana di titik-titik rawan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, beserta potensi SAR lainnya dan unsur wilayah telah diterjunkan ke lokasi.  

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Hidayatullah, mengatakan bahwa saat ini petugas sudah disebar ke berbagai titik potensi atau rawan bencana.  

"Teman-teman sudah kita sebar sejak menerima laporan di hulu Sungai Ciliwung maupun Cisadane, karena Kota Bogor ini menjadi lintasan dari dua sungai tersebut," katanya.  

Dalam mitigasi bencana ini, pihaknya telah melakukan upaya sedini mungkin untuk meminimalkan dampak bencana.  

Hingga pukul 23.30 WIB, sudah ada enam laporan bencana yang terdiri dari atap rumah ambruk, banjir lintasan, pohon tumbang, longsor, dan sebagainya.  

Selain BPBD, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor juga melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mengurangi dampak bencana.  

Di Kampung Bebek, RT 002/010 Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, petugas Pemadam Kebakaran mengevakuasi seorang lansia bernama Paroh saat terjadi luapan air Sungai Ciliwung.  

Danru Regu 1 Damkar Pos Cibuluh, Agus Kurniawan, mengatakan bahwa saat mendatangi lokasi, ia melihat debit air mulai naik dan melintasi permukiman warga.  

"Iya, ketika debit air naik, kami melihat ada lansia. Kemudian kami bujuk untuk dievakuasi karena air sudah merendam teras depan rumah warga," kata Agus.

Setelah dibujuk, Nenek Paroh pun bersedia dievakuasi ke tempat yang lebih aman.  

"Kemudian kami gendong Nenek Paroh dan mengevakuasinya ke rumah warga sekitar yang jauh dari potensi banjir maupun longsor. Alhamdulillah, sekarang sudah aman dan sudah dievakuasi," ujarnya.