Bagikan:

JAKARTA – Ratusan massa aksi demo ‘Indonesia Gelap’ membubarkan diri sejak sore hari, sekitar pukul 18.30 WIB. Massa dari kalangan mahasiswa itu menggelar aksi tanpa ada keributan, meski sempat merobohkan beton pembatas jalan. Yang tersisa saat ini hanya petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup, untuk membersihkan sampah-sampah di jalanan.

Terlihat di lokasi, puluhan petugas kebersihan dari Dinas LH Kecamatan Gambir dan PPSU membersihkan sisa sampah yang tercecer pascaaksi demo ‘Indonesia Gelap’ di Jalan Medan Merdeka Barat, kawasan Parung Kuda Monas, Jakarta Pusat pada Kamis malam, 20 Februari.

Dari pantauan VOI di lokasi, puluhan petugas yang tergabung dari Dinas LH Kecamatan Gambir dan PPSU membersihkan Jalan Medan Merdeka Barat dengan menggunakan alat penyapu manual.

"Kami dari Dinas Lingkungan Hidup mengerahkan 50 personel, dibantu oleh PPSU 15 orang. Jadi memang ini sudah kegiatan LH, setiap ada orasi-orasi demo seperti ini memang sudah tanggung jawab LH," kata Bagian Operasional Dinas LH Kecamatan Gambir, Nemit Harjayadi kepada VOI di kawasan Patung Kuda Monas.

Nemit menjelaskan, pihaknya bertanggungjawab penuh terkait kebersihan di kawasan Patung Kuda Monas, setelah selesai aksi demo.

"Terutama kebersihan-kebersihan di lingkungan semua, seluruhnya itu sudah tanggungjawab LH terkait kebersihan," ujarnya.

Nemit mengatakan, pihaknya kerap menunggu hingga aksi demo selesai disetiap waktunya.

"Walaupun demo ini sampai jam berapa, tetap kita tunggu. Karena kita biar gimana, selesai orasi lokasi ini harus bersih. Tidak boleh tersisa sampah ceceran dari demo," katanya.

Pihaknya mengerahkan sejumlah alat kebersihan yang meliputi armada anorganik 1 unit mobil ‘Tayo’, mobil lintas 2 unit, panter bak terbuka 1 unit dan gerobak motor 1 unit.

"Sebagian alat kebersihan sapu, pengki, kantong plastik kita gunakan juga," ucapnya.

Usai dibersihkan, ruas Jalan Medan Merdeka Barat arah Istana Negara juga kembali dibuka. Jalan Medan Merdeka sudah dapat dilintasi kendaraan sejak pukul 19.00 WIB.