JAKARTA - Wali Kota Depok terpilih, Supian Suri mengaku akan membangun rasa kebersamaan saat resmi memimpin Kota Depok lima tahun mendatang.
Kini, Depok tak lagi dikuasai pemimpin dari PKS setelah Supian dan Chandra Rahmansyah ditetapkan Wali Kota-Wakil Wali Kota terpilih 2025-2030.
"Target kami harapan kami, stigma Depok kota intoleran ini juga akan kita hilangkan tentunya. Kami meyakini, itu akan bisa kita capai saat kebersamaan kita bangun, ya," kata Supian ditemui di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Minggu, 16 Februari.
Dominasi kepala daerah berlatar belakang politikus PKS di Kota Depok telah berlangsung hampir dua dekade. Namun, hal tersebut berakhir saat Supian-Chandra memenangkan Pilkada 2024 mengalahkan calon yang diusung PKS.
Meski demikian, Supian mengklaim akan merangkul semua kelompok masyarakat tanpa terkecuali selama memimpin Kota Depok.
"Insyallah (saya) wali kota yang rangkul semua pihak, agama, latar belakang pendidikan, semua elemen masyarakat, lah," tutur Supian.
Dalam kesempatan itu, Supian mengungkapkan sejumlah PR penataan Kota Depok yang akan dikerjakan. Hal tersebut mulai dari mengurai kemacetan hingga mengejar pembangunan infrastruktur.
"Memnag Depok butuh sekali dukungan infrastruktur untuk bisa setidaknya mengurai kemacetan yang terjadi di Kota Depok, jalan raya Sawangan, kemudian macet di stasiun Citayam yang kita butuh underpass," urai Supian.
"Termasuk juga akses menuju RS UI atau akses menuju kampus UI lewat jalur selatan. Ini yang menjadi harapan kita ke depan," tambahnya.
Selain itu, Supian juga akan menunaikan janji yang pernah diutarakan selama kampanye, yakni mengalokasikan dana operasional Rp300 juta per RW.
BACA JUGA:
"Kami ada alokasi anggaran 300 juta per RW yang insyallah mulai efektif di tahun 2026. Inipun tidak melihat RW kemarin yang menang pasangan kami atau bukan. semua alokasi diberikan atau dialokasikan buat seluruh RW di Kota Depok yang kurleb ada 900 RW," imbuh dia.