JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap kerja sama yang terjalin dengan United Kingdom Serious Fraud Office (SFO) selama 15 tahun bisa membantu pemulihan kerugian negara.
Hal ini disampaikan Ketua KPK Setyo Budiyanto saat menerima kunjungan kerja SFO di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, 13 Februari. Ia berharap kerja sama yang sudah sukses dan terbukti dalam sejumlah penanganan perkara terus berlanjut.
Ada beberapa kasus yang diketahui digarap bersama SFO, di antaranya adalah suap pengadaan di PT Pertamina; suap lintas negara di perusahaan Innospec yang ditangani SFO pada 2010-2015; hingga penyelidikan kasus suap PT Garuda Indonesia serta dugaan suap yang melibatkan Rolls-Royce dan Airbus.
"KPK dan SFO selama ini menjalin kerja sama yang sukses," kata Setyo dalam rilis resmi KPK yang dikutip Jumat, 14 Februari.
Kolaborasi ini, sambung Setyo, bahkan dituangkan dalam buku berjudul 'Praktik Terbaik Kerja Sama Internasional dalam Penanganan Perkara Korupsi Lintas Yurisdiksi'.
"Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut untuk memulihkan kerugian negara sebesar-besarnya," tegas mantan Irjen Kementerian Pertanian tersebut.
Dalam kesempatan itu, Setyo juga memberikan apresiasi kepada Director of the Serious Fraud Office, Nick Ephgrave yang telah menjadi narasumber dalam diskusi teknis terkait Konvensi Anti-Penyuapan di bawah naungan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).
BACA JUGA:
Ia berharap kegiatan tersebut bisa mempercepat aksesi Indonesia dalam Konvensi Anti-Penyuapan dan pada akhirnya menjadi anggota OECD. "Untuk itu, kami berharap SFO dan KPK dapat berkolaborasi dalam mendukung proses ini, terutama dengan pengalaman pemerintah Inggris dalam penyidikan penyuapan kepada pejabat publik asing dan pertanggungjawaban korporasi," ujar Setyo.
Sementara itu, Nick Ephgrave memastikan SFO terus berkomitmen mendukung aksesi Indonesia untuk bergabung sebagai anggota OECD. KPK disebutnya sebagai mitra strategis sejak lama.
"Bukti dari komitmen SFO adalah, kami telah mengirimkan dua investigator senior SFO yang akan berbagi best practice dalam workshop mendatang. Kami harap dari workshop tersebut, dua senior investigator kami bisa menjelaskan apa yang sudah dilakukan SFO selama ini dan semoga bisa berguna bagi KPK," jelas Nick.
Adapun ke depan KPK bwersama SFO akan menggelar sejumlah kerja sama. Termasuk pelatihan teknis penyidikan pada 2025 dan akan melibatkan berbagai instansi seperti Kejaksaan, Polri, dan otoritas pusat RI pada 25 Gebruari mendatang.
Selain itu, SFO dan KPK berencana berkolaborasi untuk mendukung regulasi dan implementasi penyidikan terkait penyuapan pejabat publik asing serta pertanggungjawaban korporasi. Langkah ini dilakukan dalam rangka aksesi Konvensi Anti-Penyuapan OECD.