Bagikan:

JAKARTA - Warga Lebanon melakukan aksi bakar ban iikuti pemblokiran akses menuju Kawasan Bandara Internasional Rafic Hariri Beirut pada Kamis 13 Februari waktu setempat.

Massa menggelar aksi protes buntut larangan dua pesawat Iran mendarat di Ibu Kota Lebanon tersebut.

"Para pemuda membakar ban di depan pintu masuk bandara, sambil mengibarkan spanduk yang mendukung mantan Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah," kata Kantor Berita Nasional Lebanon, dikutip dari AFP, Jumat 14 Februari.

Sejumlah massa demonstran mengibarkan bendera kuning Hizbullah dan memegang foto Nasrallah, yang tewas dalam serangan Israel pada September 2024, serta komandan Garda Revolusi Iran yang terbunuh Qasem Soleimani.

Tentara Lebanon telah dikerahkan untuk mengamankan aksi massa tersebut.

Dalam video daring yang diterima AFP, sempat terjadi perkelahian antara pengunjuk rasa yang marah dan tantara pengamanan.

Seorang pejabat Bandara Internasional Rafic Hariri mengatakan bahwa larangan tersebut disampaikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi Lebanon kepada dua pesawat Mahan Air rute Iran-Beirut.

Pejabat di Lebanon yang meminta indentitasnya dirahasiakan mengungkapkan, pesawat dari Iran itu masing-masing sedianya dijadwalkan mendarat di Beirut pada Kamis dan hari ini, Jumat.

"Kedua penerbangan itu dijadwalkan ulang ke minggu depan," ujar pejabat itu tanpa memberikan alas an adanya larangan tersebut