JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menilai hal yang wajar bila Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal bakal merombak atau reshuffle para menteri di Kabinet Merah Putih.
Menurutnya, proses evaluasi menjadi hal yang penting untuk memastikan seluruh visi misi Prabowo tercapai, khususnya terkait kesejahteraan masyarakat Indonesi.
"Ya wajar sih setiap saat evaluasi itu wajar bahkan warning beliau soal level atas yang tidak menjalankan misi dan visi Pak Prabowo yang akan kena dahulu," ujar Cak Imin kepada wartawan dikutip Sabtu, 8 Februari.
Prabowo, kata Cak Imin, merupakan sosok yang sangat berkomitmen dengan kebijakan pra rakyat kecil dan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang efisien. Sehingga, tak menutup kemungkinan bila para pembantu presiden yang tak menjalankannya bakal digant
"Sudah jelas-jelas Pak Prabowo pro rakyat kecil, pro APBN yang efisien kalau sampai ada pejabat eselon satu yang tidak melaksanakan, pasti diganti," ungkapnya
"Ya pokoknya semua masih apapun yang dablek menyalahgunakan anggaran di luar apa yang menjadi prioritas presiden diganti," sambung Cak Imin .
Kendati demikian, Cak Imin menyebut belum mengetahui siapa yang akan dicopot oleh Prabowo. Hanya ditegaskan bila menteri yang tak sejalan pasti akan diganti
BACA JUGA:
"Belum tahu, pasti akan digantikan. Saya enggak tahu," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memperingatkan jajaran menteri dan kepala lembaga pemerintah bahwa mereka bakal diganti jika tidak bekerja dengan benar.
"Rakyat menuntut pemerintah yang bersih dan benar, yang bekerja dengan benar. Jadi, saya ingin tegakkan itu. Kepentingan hanya untuk bangsa, rakyat, tidak ada kepentingan lain, yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat ya saya akan singkirkan," kata Presiden Prabowo menjawab pertanyaan wartawan terkait reshuffle Kabinet Merah Putih selepas puncak peringatan Harlah Ke-102 NU di Jakarta, Rabu 5 Februari.