Jadi Markas Perusahaan Teknologi Indonesia, Berikut Keistimewaan Bukit Algoritma
Ilustrasi silicon valley (Photo by Madhur Chadha on Unsplash)

Bagikan:

YOGYAKARTA - Pemerintah serius menggarap proyek Bukit Algoritma Sukabumi sebagai jiplakan Silicon Valley Amerika Serikat. Kawasan tersebut digadang-gadang bakal menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang mengusung inovasi teknologi dan industri.

Proyek agung yang menghabiskan biaya tahap awal sebesar Rp18 Triliun tersebut menuai pro kontra dari masyarakat. Meskipun menjadi alasan teknologi di Indonesia, banyak pihak yang mempertanyakan dan mempertanyakan proyek tersebut. Ada yang mengatakan bahwa proyek algoritma hanya cita-cita semu belaka. Ada juga yang bilang harapan tersebut hanya mimpi.

Namun PT Amarta Karya (Persero), perusahaan BUMN yang bertanggung jawab membangun proyek tersebut, menjelaskan fasilitas yang akan ditawarkan oleh Bukit Algoritma. Ia menyatakan kawasan tersebut akan menjadi pengembangan teknologi, seperti robotik, kecerdasan buatan (AI), panel surya, dan lain-lain.

Lalu apa sebenarnya keistimewaan Bukit Algoritma Sukabumi ?

Berdiri di Atas Lahan Seluas 888 Hektare

Proyek yang dipimpin oleh Budiman Sudjatmiko ini akan digarap oleh perusahaan patungan yang bernama Kiniku Bintang Rasa (KSO). PT Bintang Raya Lokalestari menjadi mitra dalam pembangunan proyek dan menyediakan lahan seluas 888 hektare.

Lahan yang bakal dibabat alas untuk pembangunan Bukit Algoritma tersebut merupakan area perkebunan. Lahan tersebut termasuk dalam Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Guna Usaha (HGU). Lahan yang bukan PTPN tersebut akan dipertahankan oleh pihak pelaksana. Pasalnya, tanaman yang ada akan dimanfaatkan untuk penelitian teknologi kesehatan.

Dibangun Pusat Kecerdasan Buatan

Politikus PDIP Budiman berkeinginan menjadikan Bukit Algoritma sebagai penyedia lapangan pekerjaan menyambut New Normal dan Revolusi 4.0. Sumber Daya Manusia (SDM) akan ditingkatkan dan diupgrade menyesuaikan perkembangan teknologi.

Lebih lanjut, Budiman juga menyatakan di kawasan tersebut akan dibangun Center Of Artificial Inteligence, pengembangan kecerdasan buatan. Pihaknya akan mendatangkan SDM yang kompeten, para peneliti, investor dan pasar. Nadiem Makarim akan menjadi tenant pada rencana tersebut.

Tempat Pengembangan Industri Kesehatan

Budiman yang tak terikat teknologi juga akan menjadikan Bukit Algoritma sebagai tempat pengembangan industri kesehatan. Di tempat itu, para pengusaha Indonesia yang ingin memproduksi alat-alat kesehatan akan didukung.

Budiman alat kesehatan yang diproduksi merupakan buatan lokal, bukan importir. Mulai dari nano robot, jarum suntik, hingga masker.

Membangun Nano Teknologi Center

Bidang industri yang sudah bekerja sama dengan proyek Bukit Algoritma adalah pusat teknologi nano. Industri diisi oleh rekayasa nano teknologi untuk atom neuro science dan biologi molekular, biologi skala kecil.

Pasokan Energi 1 Giga Watt Tenaga Matahari

Di Bukit Algoritma kawasan nantinya akan ada 7 hektar lahan yang dijadikan suplay energi tersebut. Energi besaran yang akan dipasok sejumlah 1 giga watt. Istimewanya, energi tersebut memakai tenaga matahari atau solar cell.

Menjadi Pusat Kajian Kewilayahan

Bukit Algoritma juga akan ditargetkan menjadi pusat kajian kewilayahan. Selain itu bakal dibangun tempat ekspansi ruang udara. Di tempat tersebut akan diproduksi drone, mata-mata, pengawasan, pengawasan, militer, kargo, hingga drone angkutan yang dapat bergerak hinga jarak ratusan kilometer.

Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri di VOI .