YOGYAKARTA - Saat ini, pesawat menjadi transportasi umum favorit bagi banyak orang di dunia. Berdasarkan studi yang pernah dilakukan, pesawat juga masih tercatat sebagai transportasi paling aman. Selain itu, pesawat juga menjadi pilihan utama transportasi umum antar kota atau pulau di Indonesia, melihat Indonesia sebagai negara kepulauan. Meski demikian, terdapat rute penerbangan paling menantang di Indonesia karena beberapa faktor tertentu.
Seiring perkembangan zaman, teknologi di dunia penerbangan membantu pilot dan awak kabin untuk lebih mudah mengoperasikan pesawat. Meski demikian, terdapat berbagai rintangan yang harus dihadapi ketika dalam penerbangan, khususnya oleh para pilot yang mengendalikan pesawat.
Rute Penerbangan Paling Menantang di Indonesia
Dilansir dari Antara, disebutkan bahwa rute penerbangan yang menantang di Indonesia antara lain di daerah Ternate, Maluku Utara, dan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal ini dikarenakan faktor penggunaan runway ada limitasi angin yang harus diperhatikan, cuaca dan turbulensi sehingga menjadi salah satu tantangan bagi para pilot saat menerbangkan pesawat ke daerah-daerah tersebut. Meski turbulensi adalah hal yang lazim, tetapi ada sejumlah insiden turbulensi parah hingga menimbulkan korban jiwa.
Empat Kategori Turbulensi
Turbulensi adalah ketidakstabilan di atmosfer yang disebabkan perubahan mendadak dalam aliran udara yang mengelilingi pesawat. Saat terjadi turbulensi, gaya angkat pada pesawat cenderung berkurang dengan cepat. Hal tersebut dapat menyebabkan pesawat tiba-tiba jatuh secara mendadak.
Turbulensi dapat diukur berdasarkan intensitas kekuatannya dan dibagi menjadi empat kategori, yaitu:
- Turbulensi Ringan (Light Turbulence): perubahan ketinggian atau posisi pesawat yang sedikit tidak menentu.
- Turbulensi Sedang (Moderate Turbulence): perubahan ketinggian, tetapi pesawat tetap berada dalam kendali penerbang sepanjang waktu.
- Turbulensi Hebat (Severe Turbulence): perubahan ketinggian yang cukup besar dan tiba-tiba, diiringi pesawat yang mungkin lepas kendali untuk sementara waktu.
- Turbulensi Sangat Hebat (Extreme Turbulence): pesawat terombang-ambing, hampir mustahil untuk dikendalikan, serta dapat menyebabkan kerusakan struktural atau badan pesawat.
Turbulensi ringan dan sedang umumnya tidak berbahaya dan masih bisa dikendalikan oleh penerbang. Namun, turbulensi hebat atau sangat hebat dapat membahayakan penerbangan.
Dikutip dari laman Independent, sebuah situs prediksi turbulensi Turbli melakukan analisis terhadap sekitar 10.000 rute pesawat yang menghubungkan 550 bandara terbesar di dunia. Rute tersebut telah diurutkan berdasarkan 'tingkat disipasi pusaran udara' yang mengukur seberapa intens turbulensi pada suatu jalur penerbangan.
BACA JUGA:
Di bawah ini adalah daftar rute penerbangan dengan turbulensi terparah di dunia tahun 2024 menurut situs Turbli:
- Mendoza (MDZ) - Santiago (SCL)
- Cordoba (COR) - Santiago (SCL)
- Mendoza (MDZ) - Salta (SLA)
- Mendoza (MDZ) - San Carlos de Bariloche (BRC)
- Kathmandu (KTM) - Lhasa (LXA)
- Chengdu (CTU) - Lhasa (LXA)
- Santa Cruz (VVI) - Santiago (SCL)
- Kathmandu (KTM) - Paro (PBH)
- Chengdu (CTU) - Xining (XNN)
- San Carlos de Bariloche (BRC) - Santiago (SCL)
Para pilot tentu saja sudah dibekali ilmu teknis dan pragmatis melalui praktik-praktik penerbangan sehingga meskipun terdapat rute menantang pada penerbangan di Indonesia, para pilot akan tetap bekerja dengan profesional dan standar pelayanan maksimal.
Demikianlah ulasan tentang rute penerbangan paling menantang di Indonesia yang tercatat. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.