JAKARTA - Kelompok militan Palestina Hamas akan membebaskan ayah dari sandera termuda yang diculik dalam serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Ikut dibebaskan dua orang lainnya termasuk seorang warga negara ganda AS dalam pertukaran sandera berikutnya dengan Israel. Tahanan Palestina.
Yarden Bibas, Keith Siegel dan Ofer Kalderon akan diserahkan pada Sabtu, 31 Januari, kata juru bicara sayap bersenjata Hamas Abu Obeida dilansir Reuters, Jumat, 31 Januari.
Yarden Bibas adalah ayah dari bayi Kfir, yang baru berusia sembilan bulan ketika dia diculik, dan Ariel, yang berusia empat tahun pada saat serangan lintas batas terjadi.
Tidak ada kabar mengenai nasib Kfir dan Ariel, atau tentang ibu mereka Shiri, yang diculik pada saat yang bersamaan.
Hamas mengatakan pada akhir tahun 2023, mereka telah terbunuh oleh pemboman Israel, pada bulan-bulan awal perang Gaza.
Video penangkapan mereka mulai beredar segera setelah mereka ditangkap. Video tersebut menunjukkan Shiri yang ketakutan sambil menggendong anak-anak kecilnya dalam selimut saat mereka ditawan dan dikelilingi oleh penyerang militan.
Sang ayah, Yarden, 34 tahun pada saat penyerangan, juga diculik dan beredar video yang menunjukkan dia mengalami pendarahan akibat cedera kepala akibat pukulan palu.
Keith Siegel, warga Israel-Amerika, yang disandera bersama istrinya Aviva, terlihat dalam video yang dirilis oleh Hamas tahun lalu. Istrinya dibebaskan dalam pertukaran sandera-tahanan pertama pada November 2023.
Dua anak Ofer Kalderon, Erez dan Sahar, yang diculik bersamanya, juga dibebaskan pada pertukaran pertama.