Bagikan:

YOGYAKARTA – Tes buta warna sering dimasukkan dalam persyaratan masuk lembaga atau bidang tertentu. Tes ini menjadi salah satu tahapan yang harus dilewati, misalnya saat akan masuk ke perguruan tinggi atau bidang pekerjaan yang berkaitan dengan kemampuan penglihatan tajam, seperti tenaga kesehatan pilot, hingga polisi. Lantas, bagaimana cara lolos tes buta warna?

Perlu diketahui, tes buta warna merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit buta warna, yakni kondisi yang menyebabkan kualitas penglihatan terhadap warna terganggu. Pada kondisi ini, seseorang akan kesulitan membedakan warna tertentu (parsial) ataupun warna secara keseluruhan (total).

Jika Anda mengidap buta warna, cara lolos tes buta warna menjadi hal yang sangat penting untuk diketahui.

Jenis-Jenis Tes Buta Warna

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa jenis tes buta warna yang sering digunakan untuk mendeteksi gangguan buta warna:

  1. Tes Ishihara

Dikutip dari AI-Care, tes Ishihara adalah pemeriksaa yang dirancang untuk mendeteksi kebutaan warna merah dan hijau. Tes ini memanfaatkan serangkaian gambar yang terdiri dari titik-titik berwarna yang disusun sedemikian rupa hingga membentu angka atau pola-pola tertentu. Nah, gambar-gambar ini disebut dengan plate Ishihara.

  1. Tes Cambridge

Menyadur laman WebMD, Pemeriksaan gangguan buta warna ini cukup mirip dengan tes Ishihara, namun Anda perlu melihat pada layar komputer. Saat menjalani pemeriksaan, Anda harus menemukan bentuk “C” yang memiliki warna berbeda dengan latar belakangnya. Ketika melihat bentuk tersebut, Anda akan diminta untuk menekan salah satu dari empat tombol yang tersedia.

  1. Tes Anomaloskop

Tes buta warna ini dilakukan dengan alat khusus yang berbentuk seperti mikroskop, yakni anomaloskop.

Pada tes ini, Anda akan diminta untuk menyesuaikan warna dengan warna yang ada dalam alat anomaloskop dengan memutar beberapa tombol pada alat tersebut.

Pada anomaloskop terdapat sebuah lingkaran yang terbagi menjadi dua warna, yakni merah-hijau dan kuning. Anda perlu menunjukkan warna yang serupa dengan dua bagian lingkaran tersebut.

di antara ketiga jenis tes buta warna tersebut, tes Ishihara menjadi pemeriksaan gangguan penglihatan yang paling sering digunakan.

Cara Lolos Tes Buta Warna

Di antara ketiga jenis tes buta warna tersebut, tes Ishihara menjadi pemeriksaan gangguan penglihatan yang paling sering digunakan.

Jika Anda ingin lolos tes buta warna Ishihara, berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti:

  1. Lakukan Simulasi

Cara lolos tes buta warna yang pertama adalah dengan melakukan simulasi tes Ishihara untuk menguji kepekaan mata.

Terkait hal ini, Anda bisa membeli buku Ishihara original yang biasanya digunakan oleh instansi untuk pemeriksaan gangguan buta warna.

Dengan simulasi, Anda bisa memahami pola dan membiasakan mata dengan warna-warna yang sering muncul dalam tes.

  1. Minta Bantuan Orang Lain

Simulasi tes buta warna dengan buku Ishihara perlu didampingi oleh orang lain yang memiliki kondisi mata normal. Hal ini akan membantu Anda untuk mengoreksi kesalahan dalam mengenali warna di dalam buku. Selain itu, mereka juga bisa menjadi mentor yang menunjukkan jenis tes yang sedang Anda kerjakan.

  1. Konsumsi Vitamin Mata

Selain melakukan simulasi tes Ishihara secara rutin, konsumsi vitamin mata juga bisa menunjang keberhasilan tes buta warna. Asupan vitamin bisa menguatkan dan menstimulasi syaraf mata, sehingga membuat penglihatan menjadi lebih baik. Akan tetapi, jangan lupa konsumsi vitamin mata sesuai dengan anjuran yang tertera di label kemasan.

Demikian informasi tentang cara lolos tes buta warna. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+