JAKARTA - Perdana Menteri Qatar mengatakan dirinya berharap Otoritas Palestina (PA) akan kembali memainkan peran pemerintahan di Gaza setelah perang Hamas dengan Israel berakhir.
Berbicara pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Swiss, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani memperingatkan warga Gaza – dan bukan negara lain – harus mengatur cara wilayah tersebut akan bertindak.
“Kami berharap untuk melihat PA kembali di Gaza. Kami berharap untuk melihat pemerintah yang benar-benar mengatasi masalah masyarakat di sana. Jlan yang harus ditempuh untuk mengatasi Gaza dan kehancurannya masih panjang,” kata Al Thani dilansir Reuters, Selasa, 21 Januari.
Bagaimana Gaza akan diperintah setelah perang tidak dibahas secara langsung dalam kesepakatan antara Israel dan kelompok militan Hamas yang berujung pada gencatan senjata dan pembebasan sandera setelah hampir 15 bulan perundingan yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan AS.
BACA JUGA:
Israel menolak peran Hamas dalam pemerintahan, yang menguasai Gaza sebelum perang. Namun mereka juga menentang pemerintahan Otoritas Palestina, badan yang dibentuk berdasarkan perjanjian perdamaian sementara Oslo tiga dekade lalu yang membatasi kekuasaan pemerintahan di wilayah tersebut.
PA, yang didominasi oleh faksi Fatah yang dibentuk oleh mantan pemimpin Palestina Yasser Arafat, menghadapi tentangan dari faksi saingannya Hamas, yang mengusir PA dari Gaza pada tahun 2007 setelah perang saudara yang singkat.