JAKARTA - Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Hendrar Prihadi (Hendi) mendatangi gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Hendi mengaku dapat catatan terkait sistem e-katalog dari salah satu pimpinan komisi antirasuah, yakni Ketua KPK Setyo Budiyanto.
"Pak Setyo Budi dan Pimpinan KPK lain merespons baik, sekaligus memberi catatan terkait dengan beberapa regulasi yang mesti kami kembangkan supaya proses pengadaan barang jasa ini cepat, tepat, prosedural, pro produk dalam negeri, pro UMKM, plus satu menghasilkan efisiensi untuk negara," kata Hendrar kepada wartawan usai pertemuan, Senin, 20 Januari.
Hendi juga menyampaikan kepada pimpinan KPK tentang e-katalog terbaru atau versi 6. Dia mengklaim sistem ini bahkan sudah mendeteksi praktik lancung lewat fitur e-audit.
"Di mana ada empat transaksi yang biasanya punya potensi ke araha korupsi itu terdeteksi," tegasnya.
"Tapi, memang kendalanya mesti melibatkan inspektur di masing-masing kementerian/lembaga, pemerintah daerah," sambung Hendi.
BACA JUGA:
Tak sampai di situ, pertemuan ini juga disebut Hendi membahas hal lainnya. Termasuk penguatan inspektorat untuk mencegah terjadinya praktik korupsi.
"Tadi kami diskusi bagaimana caranya inspektorat bisa lebih aktif untuk bisa melakukan pencegahan di titik-titik awal," pungkas mantan Wali Kota Semarang ini.