JAKARTA - Rusia kini menyelidiki video seorang polisi militer dengan kejam memukuli tentara kontrak yang menuju Ukraina.
Dalam video tersebut, seorang pria berseragam polisi militer Rusia terlihat berjalan ke arah salah satu tentara dan memukulinya hingga jatuh dengan tongkat sambil melontarkan kata-kata kotor kepadanya dan menyetrumnya dengan senjata kejut listrik.
Tentara lain yang membawa tongkat kemudian terlihat dipukuli dan dibius dengan pistol ketika pria berseragam polisi militer meminta mereka membuka pakaian.
Waktu tercatat pada video tersebut, yang didistribusikan di Telegram oleh koresponden perang Rusia, yakni 16 Januari. Pihak berwenang setempat mengatakan peristiwa tersebut terjadi di unit di Kyzyl, di wilayah Tuva, Siberia selatan.
Tidak jelas apa yang menyebabkan terjadinya pemukulan terhadap tentara tersebut. Koresponden perang Rusia mengatakan mereka adalah tentara yang terluka yang telah keluar dari rumah sakit untuk kembali ke garis depan di Ukraina.
“Salah satunya, pada 16 Januari 2025, tercatat kasus penganiayaan terhadap prajurit kontrak di satuan militer No. 55115, termasuk pemukulan dan penggunaan senjata kejut listrik sebelum dikirim ke SVO,” kata pemerintah Tuva dilansir Reuters, Senin, 20 Januari.
SVO adalah akronim yang digunakan Rusia untuk menggambarkan “Operasi Militer Khusus” di Ukraina.
“Pelaku telah diidentifikasi, pemeriksaan pra-investigasi sedang dilakukan terhadap mereka, dan penilaian terhadap keadaan insiden akan diberikan sesuai dengan KUHP Federasi Rusia, dan pelaku akan dihukum,” kata kata pemerintah daerah.