Bagikan:

JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menegaskan rezim Kyiv Ukraina akan membayar mahal atas kematian Kepala Pasukan Perlindungan Radiasi, Kimia dan Biologis Rusia, Letnan Jenderal Igor Kirillov.

"Upaya untuk mengintimidasi negara kita, menghentikan serangan Rusia, atau menabur ketakutan akan gagal. Hukuman tertentu menanti termasuk para pemimpin militer dan politik di negara yang sedang runtuh," kata kantor Medvedev dilansir TASS, Rabu, 17 Desember.

Medvedev mengutuk serangan yang disebutnya sebagai runtuhnya rezim Kiyv.

“Serangan teroris ini menunjukkan penderitaan rezim Banderit, yang berjuang untuk membenarkan keberadaannya yang goyah di mata pendukung Barat dan memperpanjang permusuhan mematikan sambil melakukan serangan pengecut terhadap warga sipil di kota-kota besar dan kecil,” tegasnya.

Pejabat senior keamanan Rusia menggambarkan Kirillov sebagai patriot sejati Rusia.

“Igor adalah seorang pemimpin militer yang dikenal karena pengabdiannya yang tak tergoyahkan terhadap tugasnya. Saya mengenalnya sebagai seorang profesional yang berdedikasi dan orang yang dapat diandalkan, jujur, dan bertanggung jawab,” sambungnya.

Pada Selasa pagi, alat peledak yang ditanam di skuter meledak di dekat pintu masuk bangunan tempat tinggal di Ryazansky Avenue di Moskow. Kirillov dan ajudannya tewas dalam ledakan itu.

Komite Investigasi Rusia telah mengklasifikasikan ledakan tersebut sebagai serangan teroris, kata Juru Bicara Komite Svetlana Petrenko kepada TASS.