Kebun Binatang San Diego Berikan Vaksin COVID-19 Eksperimental untuk Kera Besar
Orangutan (Wikimedia Commons/Brett Jordan)

Bagikan:

JAKARTA - Sembilan kera besar di Kebun Binatang San Diego, Amerika Serikat, Orangutan dan bonobo, telah diberi vaksin Covid-19 eksperimental yang dirancang untuk hewan setelah wabah di antara gorila terjadi di sana

Empat orangutan dan lima bonobo, masing-masing diberikan dua dosis suntikan vaksin OCVID-19 yang dibuat oleh Zoetis, sebuah perusahaan farmasi hewan.

Pemberian vaksin eksperimental ini, berangkat dari kekhawatiran para konservasionis terkait ancaman COVID-19 bagi kera besar. 

Diketahui, delapan gorila di kebun binatang San Diego menjadi kera besar pertama di dunia yang dinyatakan positif COVID-19 pada Januari lalu. Mereka sekarang pulih.

Mereka sangat mengkhawatirkan bahaya bagi gorila, yang memiliki populasi yang terdaftar sebagai sangat terancam punah di Daftar Merah IUCN.

"Ini bukan norma," kata Nadine Lamberski, kepala petugas konservasi di Aliansi Margasatwa Kebun Binatang San Diego, kepada National Geographic, seperti dilansir BBC.

"Dalam karir saya, saya belum memiliki akses ke vaksin eksperimental di awal proses dan belum memiliki keinginan yang besar untuk ingin menggunakannya," sambungnya.

Bonobo. (Wikimedia Commons)

Karen, orangutan pertama di dunia yang menjalani operasi jantung terbuka pada tahun 1994, termasuk di antara kera besar yang menerima vaksin. 

Lamberski mengatakan ,kera tidak menderita reaksi merugikan dan akan segera diuji antibodi untuk menentukan apakah suntikan itu berhasil.

Kasus virus juga telah ditemukan pada hewan di kebun binatang lain, termasuk singa dan harimau di Kebun Binatang Bronx di New York. Serta singa di Kebun Binatang Barcelona di Spanyol.

Infeksi Covid-19 telah dikonfirmasi pada berbagai hewan di seluruh dunia, dari anjing dan kucing hingga musang dan cerpelai. Namun, kasus biasanya sangat jarang.

Zoetis mulai mengembangkan vaksin Covid-19 untuk kucing dan anjing pada Februari tahun lalu, setelah seekor anjing dinyatakan positif terkena virus di Hong Kong.

Vaksin itu dianggap aman dan efektif pada kucing dan anjing pada Oktober tahun lalu. Hingga Februari tahun ini, vaksin belum diujicobakan pada hewan lain.

Lamberski menambahkan, memvaksinasi kera besar di kebun binatang sepadan dengan risikonya.

"Kami biasanya menggunakan vaksin yang dirancang dengan anjing dan kucing untuk singa dan harimau," tukas Lamberski.