40 Perahu di Cianjur Rusak Dihantam Gelombang Tinggi, BPBD Larang Nelayan Lokal Melaut
Perahu nelayan di Pantai Jayanti, Kabupaten Cianjur, rusak dihantam gelombang tinggi, Rabu 13 Maret 2024. (ANTARA/Ahmad Fikri).

Bagikan:

JABAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menempatkan petugas mengingat cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi hingga 5 meter melanda pantai selatan sejak satu pekan terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Cianjur Asep Sukma Wijaya mengatakan pihaknya juga melarang nelayan untuk melaut.

"Tercatat sekitar 40 perahu rusak, 20 di antaranya rusak berat dan tiga perahu dilaporkan hilang terbawa gelombang tinggi yang melanda pantai selatan, Selasa (12 Maret), petugas juga masih melakukan pendataan di pantai selatan lainnya seperti Sindangbarang dan Agrabinta," katanya di Cianjur, 13 Maret, disitat Antara.

Berdasarkan informasi dari BMKG ungkap dia, gelombang tinggi akan melanda pantai selatan Jawa Barat termasuk Cianjur hingga akhir Maret, sehingga belasan petugas dibantu Relawan Tangguh Bencana (Retana) disiagakan di sepanjang pantai selatan Cianjur.

Petugas akan meminta masyarakat terutama nelayan di pesisir selatan untuk tidak melaut atau mendekat bibir pantai guna mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan termasuk kecelakaan laut karena diperkirakan gelombang dapat mencapai ketinggian 5 meter.

"Larangan melaut dan mendekati bibir pantai sudah kami sampaikan melalui aparat desa dan kecamatan di sepanjang pantai selatan agar disampaikan pada warga terutama nelayan tidak melakukan aktifitas dan mendaratkan perahu agar tidak rusak dihantam gelombang," katanya.

Terkait gelombang tinggi yang melanda pantai selatan Cianjur selama dua hari terakhir, menyebabkan puluhan perahu nelayan yang ditambatkan di dermaga rusak karena dihantam gelombang, sehingga pihaknya melakukan pendataan dengan harapan mendapat bantuan dari pemerintah.

"Kami sudah meminta nelayan untuk mendaratkan perahunya guna menghindari perahu rusak dihantam gelombang yang informasi dari BMKG akan terus terjadi hingga akhir bulan Maret. Kami mengupayakan bantuan untuk nelayan yang perahunya rusak dan sudah terdata," katanya.

Sementara nelayan di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, terpaksa mendaratkan perahunya guna menghindari kerusakan akibat gelombang tinggi yang melanda kawasan tersebut. Puluhan orang nelayan terdampak karena perahu miliknya rusak berat dan hilang terbawa gelombang.

"Kami hanya bisa pasrah dan berharap mendapat bantuan dari pemerintah karena perahu yang biasa kami gunakan melaut pecah dihantam gelombang. Sejak satu pekan terakhir tidak ada nelayan yang berani melaut karena gelombang tinggi," kata nelayan Pantai Jayanti, Iyenk Sukmayadi (34).