Cegah Masuknya Virus Babi Afrika, Karpet Desinfeksi Kini Terpasang di Pelabuhan-Bandara Papua
Ilustrasi. Penumpang di Bandara Sentani Kabupaten Jayapura, Papua. (Antara-Humas Bandara Sentani)

Bagikan:

PAPUA - Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memasang karpet desinfeksi di terminal kedatangan untuk mencegah masuknya African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika ke Bumi Cenderawasih.

Kepala BBKHIT Papua Lutfie Natsir mengatakan, karpet desinfeksi itu dipasang di bandara maupun pelabuhan.

“Selain pemasangan karpet kami juga memperketat pengawasan di border atau perbatasan dengan melakukan pemeriksa barang bawaan penumpang untuk mengeliminir makanan yang berasal dari ternak babi,” katanya di Jayapura, Papua, Rabu 21 Februari, disitat Antara.

Menurut Lutfie, pihaknya kemudian melarang lalu lintas babi dan produknya dari dan ke Timika serta melaksanakan pelayanan sertifikasi sesuai SOP.

“Kami juga melakukan penyebaran informasi melalui media sosial, pemasangan baliho serta memberikan buku saku ASF pada masyarakat penumpang sehingga diharapkan bisa lebih waspada lagi terhadap virus tersebut,” tuturnya.

Dia menjelaskan, memang untuk di Provinsi Papua sendiri pihaknya belum mendapati adanya penumpang yang masuk dari pelabuhan atau bandara setempat terkait dengan ternak, produk dan olahan babi.

“Kami juga bersama Pemerintah Provinsi Papua telah meningkatkan kerja sama untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak masuk,” ujarnya.

Dia menambahkan, dengan koordinasi bersama baik pemerintah daerah serta stakeholder diharapkan virus tersebut tidak masuk mengingat di Papua masyarakatnya mayoritas pemakan daging tersebut sehingga virus ASF ini menjadi perhatian semua.

Sebelumnya telah dilakukan rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua terkait pencegahan masuknya virus babi Afrika bertempat di ruangan Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua, Selasa 21 Februari.