Jadi Presiden Ganjar Janjikan 10 Juta Hunian, Bukan DP Nol Persen
Calon Presiden Ganjar Pranowo (ANTARA)

Bagikan:

JAKARTA - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD punya program 10 juta hunian yang akan dijalankan jika terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2024.

Program ini disebut membuat masyarakat bisa memiliki rumah semudah mendapat sepeda motor. Ganjar kembali menjelaskan bahwa hunian yang disiapkan jika memenangkan Pilpres 2024 bukanlah berskema tanpa uang muka atau down payment (DP).

Usai Konsolidasi Nasional 45 Hari Menuju Kemenangan Ganjar-Mahfud, di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Sabtu, 30 Desember malam, Ganjar menyebut akan melibatkan pengusaha dan pemerintah daerah untuk menjalankan program jni.

“Yang realistis saja, jadi DP (down payment/uang muka) bukan nol persen. Karena bisa juga dengan melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah (pemda), selain pengusaha,” tutur Ganjar.

Ganjar menceritakan pengalamannya ketika masih menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng). Saat itu, warga bisa membeli tanah sekaligus mendapatkan rumah, hasil kerja sama dengan pemda. Sehingga, program hunian tersebut bisa dijalankan dengan skema (skim) kredit khusus.

“Waktu itu kita bicara dengan pengembang, bagaimana tidak landed house, tapi bisa dengan bentuk kondominium atau rumah susun. Jadi skim-skim itu bisa diberikan, sehingga harga tanahnya tidak terlalu mahal,” tutur Ganjar.

Lalu, penempatan lokasi pembangunan hunian tersebut, lanjut Ganjar, dipilih dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Contohnya, hunian itu bisa dibangun pada daerah-daerah dengan tingkat perekonomian tinggi.

Sebagai informasi, program 10 juta hunian impian ini merupakan bagian dari 21 Program Sat Set yang diusung Ganjar-Mahfud untuk mewujudkan ‘Indonesia Sehat, Terampil, dan Berdaya’.

Adapun 10 juta hunian impian yang dimaksud adalah pembangunan hunian baru atau renovasi seperti rumah sederhana, rusunami, rusunawa yang disertai ketersediaan lahan yang strategis dan terjangkau dari pusat perekonomian, transportasi umum.

Program ini diutamakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, pekerja sektor informal, buruh dan anak muda. Skema pembiayaan program ini juga menyiapkan bantuan uang muka.

Melalui program ini, diharapkan tercipta 10 juta hunian impian yang terjangkau, strategis, dan layak huni tanpa beban keuangan yang berat. Selain itu, gen Z dan Y bisa mempunyai hunian dengan skema pembelian yang terjangkau. Serta, meningkatkan pemerataan ekonomi untuk wilayah pedesaan.

Program ini juga diharapkan membuka lapangan kerja di bidang konstruksi, manufaktur, transportasi dan lainnya. “Secara tidak langsung program ini dapat mengurangi angka pengangguran,” tambah Ganjar.

Program ini juga diharapkan bisa mendorong tercapainya target misi peningkatan PDB (product domestic bruto) sebesar 7 persen melalui pembelian bahan baku, ketenagakerjaan dan investasi sektor konstruksi dan lainnya yang terkait.