Bagikan:

YOGYAKARTA - Kapolda DIY Irjen Suwondo Nainggolan memerintahkan untuk segera mengevakuasi gerbong kereta api yang mengalami kecelakaan di Kalimenur, Kalurahan Sukoreno, Kabupaten Kulon Progo, agar arus perjalanan kereta segera kembali normal.

"Polri dan KAI segera mendalami penyebab sebenarnya kecelakaan tersebut untuk mencegah terulangnya kejadian seperti ini di masa yang akan datang," kata Suwondo Nainggolan di Posko Stasiun Kalimenur Kulon Progo dikutip ANTARA, Selasa, 17 Oktober.

Kecelakaan kereta api terjadi di wilayah Kalimenur, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo melibatkan dua kereta yaitu Kereta Api Argo Semeru dan Kereta Api Argo Wilis, Selasa (17/10) sekitar 13.30 WIB.

Kecelakaan itu terjadi akibat anjloknya gerbong Kereta Api Argo Semeru jurusan Surabaya -Jakarta dan selanjutnya berserempetan dengan Kereta Argo Wilis tujuan Bandung-Surabaya.

"Pastikan juga apakah ada korban di luar penumpang atau tidak dan selalu tempatkan anggota untuk amankan lokasi, pastikan keselamatan orang yang paling diutamakan," perintah Kapolda DIY Suwondo Nainggolan.

Sementara itu Kapolres Kulonprogo AKBP Nunuk Setiyowati mengatakan kronologi kejadian bermula ketika pada pukul 13.20 WIB warga mendengar adanya suara kereta yang akan melintas, selang beberapa saat mendengar suara yang keras dan melihat adanya Kereta Argo Semeru yang tergelincir dari jalan jalur kereta api dan mengakibatkan gerbong keluar dari rel.

Kemudian pada pukul 13.23 WIB, Kereta Api Argo Wilis dari arah barat  melintas.

Mengingat jarak yang sudah sangat dekat kecelakaan kereta api tidak bisa dihindarkan, karena kereta Argo Semeru dengan penumpang 472 orang yang sebelumnya tergelincir memakan jalur Kereta Api Argo Wilis dengan jumlah penumpang 288 orang.

Akibat kejadian itu para penumpang sudah dilakukan evakuasi menggunakan kereta bandara ke Stasiun Wates sebanyak dua kali, yaitu pada pukul 15.00 WIB dan 16.00 WIB. Dan saat ini evakuasi kedua kereta api masih terus dilakukan dengan menunggu peralatan dari PT KAI.

"Jumlah korban kecelakaan ini 31 orang, dengan keterangan luka ringan 28 dirawat di lokasi, sedangkan tiga orang dirujuk ke RS Queen Latifah dengan rincian satu rawat inap dan dua orang sudah diperbolehkan pulang," katanya.