Bagikan:

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta warga Kota Pahlawan, Jawa Timur, mengadukan kekerasan perempuan dan anak ke Sistem Informasi Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (SIAP-PPAK).

Kepala Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya Ida Widayanti dalam keterangannya di Surabaya, mengatakan awalnya aplikasi SIAP-PPAK digunakan untuk jajarannya dalam menyampaikan laporan hasil pendalaman terhadap kasus-kasus yang terjadi di Surabaya.

"Kami kemudian mengembangkan aplikasi ini (SIAP-PPAK) agar menjadi sebagai multifungsi. Salah satu di antaranya adalah warga bisa melakukan konsultasi secara daring," kata Ida.

Ida menjelaskan SIAP-PPAK dibangun dengan beberapa tujuan, di antaranya adalah menyediakan layanan percepatan pengaduan permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta konsultasi tentang keluarga.

"Kemudian, bertujuan untuk menyediakan media pembelajaran/komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) dalam pola asuh keluarga serta pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui berbagai media, baik cetak maupun audio visual," kata Ida.

Ida menyebut SIAP-PPAK juga menyediakan informasi terkait pendaftaran dan pelaksanaan kelas calon pengantin (Catin). Selain itu, menyediakan informasi terkait layanan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota dan Puspaga Balai RW.

"SIAP-PPAK juga bertujuan mempercepat koordinasi untuk ketuntasan pemberian intervensi serta pelaporan yang sistematis bagi Perangkat Daerah (PD) terkait terhadap permasalahan perempuan dan anak. Khususnya, terhadap korban kekerasan, termasuk anak berhadapan hukum (ABH) dan korban perdagangan manusia," ujarnya.

"Kemudian, untuk mewujudkan sinergi dan integrasi data penanganan permasalahan perempuan dan anak per bulan, per jenis permasalahan dan per wilayah di Kota Surabaya," katanya.

Menurut dia, SIAP-PPAK sebagai aplikasi yang bersifat holistik integratif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya untuk perlindungan perempuan dan anak. Karenanya, aplikasi ini juga dilengkapi sejumlah layanan.