Bagikan:

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan khusus kepada bakal capres Ganjar Pranowo saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rekernas) IV PDIP di JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat.

Jokowi meminta agar Ganjar langsung memberi perhatian kepada kedaulatan pangan apabila terpilih sebagai presiden di 2024 mendatang. 

Awalnya, Jokowi mengatakan tema Rakernas PDIP sangat relevan dengan ancaman perubahan iklim dan keadaan geopolitik di dunia yang berpengaruh terhadap pasokan pangan. 

"Kenaikan suhu bumi, kekeringan di mana-mana, kemarau panjang, sehingga menyebabkan gagal tanam, menyebabkan gagal panen, dan super El Nino yang ada di 7 provinsi di negara kita juga mempengaruhi pasokan pangan pada rakyat kita Indonesia," ujar Jokowi dalam pidatonya di Rakernas IV PDIP di JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 29 September. 

"Kedua juga yang berkaitan dengan geopolitik dunia yang juga berpengaruh pada pasokan pangan. Perang Ukraina kelihatannya jauh dari kita, tapi ternyata gandum yang tadi disampaikan ibu Mega, gandum kita, kita impor gandum itu 11 juta ton dan hampir 30 persen dari Ukraina dan Rusia karena di sana memang produsen gandum terbesar dunia," sambungnya. 

Jokowi lantas bercerita saat dirinya bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang membahas soal kendala ekspor gandum. Sehingga mempengaruhi pasokan di Afrika, Asia dan Eropa. 

"Kemarin saya membaca di sebuah berita di satu negara maju di Eropa, anak-anak sekolah banyak yang sudah tidak sarapan pagi, yang biasanya sarapan pagi sekarang ini sudah tidak sarapan pagi karena kekurangan bahan pangan, karena mahalnya bahan pangan," ungkap Jokowi.

Selain itu, lanjutnya, harga pangan semakin naik di 22 negara karena sudah tidak mengekspor bahan pangan, termasuk beras. "Sehingga sekali lagi saya sangat setuju apa yang tadi disampaikan oleh ibu ketua umum, bu Mega semuanya setuju. Dan lebih setuju lagi apa yang disampaikan calon presiden pak Ganjar Pranowo," ucap Jokowi. 

Jokowi kemudian mengaku sudah bicara ke Ganjar. Dia meminta agar mantan gubernur Jawa Tengah itu langsung tancap gas menangani persoalan pangan jika terpilih sebagai presiden ke-8 RI nantinya. 

"Tadi saya bisik-bisik ke beliau. 'Pak nanti abis dilantik besoknya langsung masuk kedaulatan pangan', nggak usah lama-lama, perencanaannya disiapkan sekarang, begitu dilantik besok langsung masuk ke kerja kedaulatan pangan sehingga swasembada pangan, ketahanan pangan kedaulatan pangan itu betul-betul kita miliki," kata Jokowi.

Jokowi mengaku ngeri dengan semua negara yang mengerem untuk mengekspor gandum, beras dan gulanya. Karena itu, dia meminta para calon pemimpin bangsa ke depan punya visi misi untuk menyelesaikan masalah pangan ini. 

"Lima tahun ke depan, 10 tahun ke depan, memang visi taktis itu harus kita miliki, bukan visi misi yang terlalu bagus di awang-awang, tapi visi taktis, rencana kerja detil, harus kita miliki dan saya yakin pak Ganjar mampu menyelesaikan ini," kata Jokowi.