Selebgram Makassar Nur Utami Tersangka Jaringan Fredy Pratama Mendadak Tertutup Usai Menikah
Rumah kontrakan berwarna putih yang ditinggali Nur Utami bersama suaminya usai digeledah polisi terkait kasus Tindak Pindana Pencucian Uang (TPPU) hasil penjualan narkoba /ANTARA

Bagikan:

MAKASSAR - Polda Sulawesi Selatan dan Bareskrim Polri menelusuri aset milik selebgram asal Kota Makassar Nur Utami usai ditangkap terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil penjualan narkoba oleh suaminya berinisial S jaringan Fredy Pratama.

"Polda Sulsel tentu akan mendata mana saja jaringan-jaringan yang ada di sini. Koordinasi terus dengan Tim Mabes Polri untuk pengungkapan kasusnya," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes I Komang Suartana di Makassar dilansir ANTARA, Selasa, 19 September.

Pengembangan kasus peredaran dan penjualan narkoba berskala internasional itu tengah dikerjakan Tim Bareskrim Polri. Meski demikian, pihaknya sejauh ini belum menerima laporan di mana saja aset yang dimiliki Utami, termasuk lokasi persisnya.

"Kami sebagai aparat penegak hukum tetap mem-'back up' upaya pengungkapan kasus ini. Intinya, siapa pun yang melakukan tindakan pasti akan koordinasi dengan kita," tutur Komang

Di tempat terpisah, Faisal Ketua RT/RW 005/001 Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, Makassar menuturkan mengenal Nur Utami dan menjadi warganya saat tinggal di wilayah kompleks Hartaco Permai dan sempat mengontrak rumah.

"Iya betul, setahu kami rumah itu cuman dikontrak, kurang lebih lima tahun. Rumah aslinya berada di sebelah kanan, tidak jauh dari rumah kontrakannya (rumah kontrak warna putih). Kemarin itu ada lima orang tinggal sama suaminya," tuturnya.

Saat ditanyakan sosok suaminya berinisial S, bandar besar orang kepercayaan Fredy yang kini menjadi buronan, kata dia, tidak dikenal, namun Nur Utami merupakan warga lama yang sudah bermukim di sana.

"Dia besar di sini. Di rumah itu ada keluarga suaminya satu orang. Lainnya di sebelah rumah itu keluarganya. Dulu ikut pamannya sebelum menikah yang kami tahu. Setelah menikah ke Malaysia, tinggal di Malaysia. Sekali-kali muncul ke sini, pulang ke Makassar. Dulu sebelum menikah (suka bergaul) setelah menikah tertutup," beber Faisal.

Sebelum menikah hidupnya biasa-biasa saja dan terbuka bahkan sering menegur. Namun setelah menikah berubah, tertutup serta memiliki mobil mewah. Saat ditanyakan di mana suaminya kerja, kata Utami, tambang di Kalimantan dan ada usaha di Malaysia.

Mengenai penggeledahan rumah Utami oleh tim Mabes Polri, katanya, pada Jumat (15/9) pukul 09.00 WITA. Saat itu ada tiga rumah digeledah, rumah kontrakan, dan rumah orang tuanya.

"Pagi itu kami didatangi mengaku dari Mabes Polri tentang ada kejadian begini. Kami selaku RT diminta untuk menyaksikan penggeledahan, katanya ada TPPU, kami dipanggil menyaksikan apa-apa yang disita, diambil. Setahu saya ada tiga mobil diambil. Setelah kejadian keluarganya masih tinggal di situ," katanya.

Sebelumnya, Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Jayadi mengatakan Nur Utami (NU) merupakan istri S, tersangka yang masih buron terkait dengan WW, pengendali narkoba jaringan Fredy Pratama di wilayah Sulawesi Selatan.

"Kalau NU tidak menggunakan secara langsung narkotika. Tetap memanfaatkan aset-aset hasil dari penjualan narkotika dari S, kemudian dimanfaatkan atau diserahkan S kepada istrinya untuk membeli ataupun berinvestasi dengan pembelian barang-barang,” katanya.

Dari penangkapan Nur Utami, penyidik menyita sejumlah barang bukti di antaranya tiga unit kendaraan roda empat (Alphard, Hilux, dan HRV), serta beberapa kendaraan lainnya.

Penyidik menelusuri aset-aset lainnya yang berbentuk tanah dan bangunan, serta menyita aset berupa barang-barang bermerek, seperti tas mewah Hermes, Lois Vuitton, dan beberapa jenis barang lainnya.

Adapun penangkapan Nur Utami berdasarkan hasil pengembangan dari penangkapan 39 tersangka tindak pidana narkoba jaringan Fredy Pratama yang dirilis Selasa (12/9) di Jakarta. Dari 39 tersangka itu, terdapat pula selebgram asal Lampung Adelia Putri Salma (APS) yang menikmati kekayaan dari hasil jaringan narkoba.