Pengurus Masjid Nyaris Jadi Korban Penipuan Dana Hibah Keagamaan Catut Nama Wagub Kalteng
Ilustrasi warga masuk masjid. (Unsplash)

Bagikan:

KALTENG - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta masyarakat mewaspadai modus penipuan pencairan dana hibah bantuan keagamaan untuk rumah ibadah yang mencatut nama Wakil Gubernur (Wagub) Edy Pratowo dan Sekretaris Daerah (Sekda) Nuryakin.

Modus penipuan itu pertama kali diketahui pengurus salah satu rumah ibadah di Kabupaten Kotawaringin Barat yang dilaporkan ke Nuryakin.

"Mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar waspada serta berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan saat ini," kata Sekda Nuryakin di Palangka Raya, Kalteng, Kamis 8 Juni, disitat Antara.

Nuryakin mengatakan masyarakat diminta hati-hati tidak mudah percaya dengan mencari tahu terlebih dahulu kebenaran informasi yang diterima jika mendapat tawaran yang menggoda terkait dana hibah keagamaan.

Lebih lanjut, Nuryakin bilang Biro Hukum Sekda Kalteng akan menindaklanjuti modus penipuan ini bersama pihak terkait.

"Cermati isi informasinya, telaah dan lakukan konfirmasi melalui institusi-institusi yang ada. Saat ini jari lebih cepat bertindak ketimbang akal sehat. Terkait dengan masalah ini saya minta Biro Hukum Sekretariat Daerah menelusuri dan menindaklanjuti dari aspek hukumnya bekerja sama dengan perangkat daerah terkait," kata Nuryakin.

Adapun aksi penipuan ini diketahui usai Murimin, Ketua Pengurus Masjid Nurul Huda di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, mengklarifikasi penawaran dana hibah keagamaan yang mencatut nama pejabat Pemerintah Provinsi Kalteng dengan mencari nomor telepon Sekda Kalteng Nuryakin.

Upaya klarifikasi setelah pengecekan dana hibah di Bank Kalteng Kumai diketahui tidak ada masuk, sedangkan pihaknya telah mentransfer sejumlah uang kepada pihak tertentu atas perintah orang yang mengatasnamakan Sekda Nuryakin.

Murimin menjelaskan, kronologis kejadian yang diawali telepon langsung oleh orang yang mengatasnamakan Wagub Kalteng Edy Pratowo, selanjutnya dihubungi oleh yang mengatasnamakan Sekda Nuryakin.

"Pertama dihubungi oleh orang yang mengaku Wakil Gubernur Pak Edy Pratowo yang mengatakan persyaratan hibah bantuan untuk Surau Nurul Huda telah lengkap. Selanjutnya beliau mengatakan untuk pencairan akan ditindaklanjuti oleh Pak Sekda Nuryakin. Nomor telepon yang digunakan adalah 0821392XXXXX dengan foto profil Wakil Gubernur Kalteng," ucapnya.

Ia ditelpon seseorang yang mengaku sebagai Sekda Kalteng Nuryakin dengan nomor yang digunakan 083845XXXXX. Dijelaskan bahwa ia akan menindaklanjuti perintah Wagub Kalteng Edy Pratowo untuk mentransfer langsung ke rekening pengurus masjid.

"Beliau meminta nama lengkap, foto KTP saya dan juga nomor rekening. Tidak lama berselang saya mendapat kiriman via WA berupa bukti transfer dari atas nama Nuryakin ke rekening, atas nama Surau Nurul Huda sebesar Rp28 juta. Menurut penjelasan beliau bahwa ini merupakan transfer tahap pertama," tutur Murimin.

Murimin dan pengurus surau sangat percaya melihat bukti transfer atas nama Sekda Nuryakin tersebut dan merasa bersyukur atas perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Selanjutnya Murimin dihubungi, dijelaskan dalam dana transfer tersebut ada titipan Rp8.000.000,00 untuk kebutuhan mendesak membantu salah satu panti asuhan di Pangkalan Bun untuk biaya operasi salah satu anak panti, dan dana tersebut harus segera ditransfer.

"Beliau memberi nomor rekening tujuan BRI atas nama Mochamad Sofili, dan tanpa berpikir panjang saya minta bantuan bendahara surau Pak Karim untuk mengupayakan transfer segera ke rekening tersebut. Selanjutnya bukti transfer saya kirimkan ke orang yang mengaku Sekda Kalteng, dan beliau mengucapkan terima kasih atas dukungan kepada yayasan tersebut," tandasnya.