Pencarian Sriwijaya Air SJ-182 Hari ke-12, Tim SAR Fokus Penyelaman Bawah Laut
IluSTRASI/Operasi SAR gabungan pencarian korban dan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 (ANTARA)

Bagikan:

JAKARTA - Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian korban dan material pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di hari ke-12. Pada hari ini operasi SAR lebih fokus untuk mencari temuan di bawah laut.

Direktur Operasi Basarnas, Rasman menyebut pencarian dengan penyelaman di bawah air ini terbagi dalam empat sektor. Lokasi pencarian diperkecil dari sebelumnya yang terbagi dalam enam sektor.

"Untuk fokus pencarian kita lebih kepada bawah air. Kita bagi ke dalam empat sektor. Zona itu kita tentukan 15 sampai 30 meter dikali empat sektor. Jadi, kita persempit di situ karena diperkirakan di situlah titik pecahan atau titik jatuhnya. Itu terbukti dari pencarian yang dilakukan kemarin, kita masih bisa menemukan bagian tubuh korban dan serpihan," kata Rasman di Posko Terpadu JICT II, Jakarta Utara, Rabu, 20 Januari.

Namun, operasi pencarian secara keseluruhan tetap menggunakan metode tiga media, yakni di udara, permukaan laut, dan di bawah laut.

Terhadap pencarian di udara, tim SAR memantau dari jarak jauh terhadap material pesawat maupun korban yang muncul di atas permukaan. Sementara, dalam pencarian di permukaan, tim akan menyisir pencarian di pesisir pantai.

"Untuk di atas permukaan tetap kita upayakan di sekitar pulau, kemudian di pesisir pantai Utara Jawa ke arah Jakarta, Banten, dan sebagainya," ujar dia.

Rasman melanjutkan, kondisi cuaca di sekitar Kepulauan Seribu yang menjadi lokasi pencarian dalam keadaan bagus. Hal ini akan memudahkan kapal hingga penyelam untuk menemukan korban dan material pesawat.

"Untuk pelaksanaannya, cuaca hari ini cukup bagus mendukung bagi rekan rekan kita untuk melakukan kegiatan penyelaman. Besar harapan kita diperpanjangan kedua di hari kedua itu rekan-rekan kita dapat hasil maksimal," jelas Rasman.

Dalam pencarian hari ini, ada 300 tim penyelam yang akan turun secara bergantian. "Karena penyelaman sudah 12 hari tentu sangat menguras tenaga bagi rekan-rekan kita sehingga kita juga mengatur ritmenya supaya kedepan kondisinya tetap masih prima," sebut dia.

Sementara, jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 62. Namun, tidak semua kapal berada di last known position (LKP) atau titik jatuhnya pesawat. Ada yang sebagian kapal harus sandar untuk mengisi logistik. 

Selain kapal besar, tim juga menerjunkan 21 alutsista kecil yakni RIB, jetski, dan sebagainya. Di jalur darat, ada 30 ambulans yang disiagakan.