Bagikan:

DENPASAR - Berbeda dengan kecaman sejumlah warganet, Dinas Pariwisata Bali justru merespons video Nuseir Yassin alias Nas Daily ‘Bali Pulau Paling Putih di Asia’, ajang promosi pariwisata Pulau Dewata.

Kepala Dinas Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun sudah melihat video yang diunggah Nas Daily lewat akun Instagram @nasdaily. Baginya, video itu sebagai promosi.

"Pertama saya lihat videonya itu, bagi kita adalah promosi juga. Artinya dia masuk ke kantong -kantong atau kebetulan dia ke Kuta, Canggu, dan memang bule tok," kata Pemayun, Jumat, 10 Februari.

Dalam kacamatanya, Pemayun menyebut Nas Daily tak bermaksud menjelekkan Bali. Tapi memang diakui Pemayun, setiap orang punya tafsir sendiri atas konten yang dibuat orang lain.

"Dia bilang, Bali itu hijau sawah membentang. Iya (itu promosi) Bali yang sudah terkenal lebih dikenal lagi, apalagi dia followersnya banyak," ujar dia.

Tapi ditegaskan, Bali bukan hanya ‘ramah’ bagi wisatawan berkulit putih. Banyak turis dari berbagai negara yang datang ke Pulau Dewata.

“Artinya, semakin banyak orang asing ke Bali, kita kan semakin senang. Tetapi tentu mengikuti regulasi atau aturan main di sini, yaitu berkaitan dengan budaya Bali, apa yang seharusnya boleh atau tidak, itu saja sih. Karena Bali, aman, nyaman dan damai dikunjungi dan kita berharap lebih banyak lagi datang wisatawan," ujarnya. 

Nuseir Yassin atau yang dikenal dengan Nas Daily dianggap membuat kontroversi gara-gara videonya ‘Bali pulau paling putih di Asia’

Dia beralasan, sebutan itu disematkan karena  melihat banyaknya turis asing berkulit putih yang pergi liburan ke Bali, bahkan tinggal di Pulau Dewata.

"She is white. He is white. And they are white. This is the whitest village in all of Asia. (Dia (berkulit) putih. Dia putih. Semuanya putih. Inilah desa paling putih di Asia)," ucap Nas Daily membuka videonya.

"Ke mana pun kamu pergi, akan ada banyak orang berkulit putih. Ini adalah sebuah pulau yang mencuri perhatian dunia barat," katanya.