Demi Tangkal Radikalisme, Polda Jabar Bakal Jadi Pembina Upacara Bendera di Sekolah
Ilustrasi. Upacara bendera di sekolah dasar atau SD. (Antaranews)

Bagikan:

JABAR - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar) Dedi Supandi mengatakan, kepolisian akan bersinergi dengan sekolah untuk menyampaikan praktik-praktik baik menangkal radikalisme di berbagai momentum pendidikan.

Termasuk menjadi pembina upacara bendera yang umumnya dilaksanakan setiap hari senin di sekolah.

"[Polisi] menjadi pembina upacara, terus ada latihan-latihan untuk ekstrakurikuler, dan lainnya," ujar Dedi usai bertemu dengan Kapolda Jabar, Suntana, di Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa 7 Februari, disitat Antara.

Dedi bilang upaya itu diharapkan dapat memunculkan banyak sekolah-sekolah toleransi sehingga terhidar dari radikalisme.

Menurutnya, berdasarkan data dari 5.033 SMA/SMK/SLB di Jabar, saat ini baru sekitar 30 persen yang sudah menjadi sekolah toleransi.

Selain itu, pihaknya juga akan terus mendorong kehadiran sekolah toleransi lainnya di Jawa Barat.

"Jumlah sekolah toleransi di Jabar baru 30 persennya dari 5.033 sekolah. Dan itu pun hanya beberapa sekolah negeri. Targetnya, diharapkan pada tahun 2023-2024 terus berjalan sampai 50 persen," kata dia.

Tentang masalah banyaknya pelaku geng motor dari kalangan pelajar, Dedi Supandi mengatakan pihaknya sudah bekerjasama dengan pihak kepolisan, yakni lebih pada tindakan preventif.

"Sehingga tadi untuk pembinaan-pembinaan itu ada beberapa praktik baik yang nanti di level Polsek dengan Polres," kata dia.

"Mereka juga akan komunikasi dengan level sekolah oleh pembinaan pada saat upacara dan kegiatan terutama di kegiatan mata pelajaran PPKN," lanjut Dedi.

Pihaknya akan menggelar sejumlah kegiatan dengan tujuan memperkuat anti-radikalisme di lingkungan sekolah.

"Nanti juga ada ceramah kebangsaan dengan Kesbangpol itu dilakukan untuk menangkal tadi angka radikalisme geng motor dan narkotika," tuturnya.

Sementara itu Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suntana mengatakan, Disdik Jawa Barat menjadi lembaga strategis untuk menyiapkan generasi muda dalam mempersiapkan masa depan.

"Kami bicarakan beberapa program bagaimana mengembangkan dan mempunyai daya tahan terhadap bahaya radikalisme dan antikeberagaman," ujar Suntana.

Dia memastikan, pihaknya mendukung penuh peran Disdik Jawa Barat tersebut.

"Kami mendukung seperti penggunaan personel, fasilitas Polri, apapun untuk kebaikan dan sebagai dukungan untuk program Disdik Jabar" katanya.

Pihaknya berharap sinergisme ini bisa berdampak kepada kondusifitas masyarakat melalui pelajar dalam menghadapi tahun politik yakni Pemilu 2024.