Bagikan:

JAKARTA - Dua tim rescue dari Kantor SAR Jakarta dikerahkan ke lokasi bencana alam gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dari hasil pemetaan Kantor SAR Jakarta, dampak dari gempa bumi terparah terjadi di Desa Gasol, Kecamatan Cigenang.

"Sesaat setelah gempa terjadi, Kantor SAR Jakarta mencari informasi mengenai dampak yang ditimbulkan setelah gempa, serta melakukan pemetaan lokasi untuk mengirimkan personil rescue ke berbagai wilayah yang membutuhkan bantuan SAR," kata Kepala Kantor SAR Jakarta, Fazli saat dikonfirmasi VOI, Rabu, 23 November.

Dua tim rescue dari Kantor SAR Jakarta dikerahkan menuju lokasi paling parah terkena dampak gempa di Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

"Personil dikerahkan dengan membawa peralatan ekstrikasi serta medis menuju lokasi tersebut untuk melakukan operasi SAR," ucapnya.

Selain itu, personel rescue yang dikerahkan untuk membantu proses assesment dan proses evakuasi terhadap korban gempa bumi di Cianjur.

"Personel rescue bergabung dengan personil SAR gabungan yang lain yang sudah tiba dari awal. Seluruh personil rescue harus waspada dalam proses evakuasi karena khawatir akan ada gempa susulan berdasarkan informasi dari BMKG," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyatakan, dari informasi terkini terkait korban bencana alam di kabupaten Cianjur terdapat 268 korban meninggal dunia.

"Diantaranya yang sudah teridentifikasi sebanyak 122 jenazah," katanya dalam keterangan resmi kepada wartawan, Selasa, 22 November.

Saat ini, BNPB masih mencari korban yang belum ditemukan.

"Masih ada korban hilang sejumlah 151 orang. Apakah ini bagian yang belum teridentifikasi nanti kita konfirmasi lebih lanjut," ujarnya.