Bagikan:

JAKARTA - Polda Metro Jaya mendapat bantuan personel Brimob dari Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 105 personel Brimob Polda NTT dikirim ke Jakarta bakal membantu pengamanan rencana unjuk rasa BEM seluruh Indonesia di Ibu Kota.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Dansatbrimob yang telah merespons sehingga bisa mengumpulkan seluruh personel Brimob sebanyak 105 orang dan siap untuk diberangkatkan pada hari ini," kata Kapolda NTT Irjen Pol. Setyo Budiyanto saat memimpin apel pelepasan ratusan personel Brimob BKO di Kota Kupang, dikutip dari Antara, Kamis 21 April.

Hal itu, kata Kapolda, menunjukkan kesiapsiagaan Brimob Polda NTT dalam menjalankan perintah pimpinan di mana pun tempatnya dan apa pun bentuknya

Orang nomor satu di Polda NTT itu menyatakan, pimpinan Polri telah memberikan kepercayaan dan memerintahkan Polda NTT guna menyiapkan 105 personel Brimob untuk melakukan pengamanan aksi unjuk rasa di Jakarta.

"Ini mengandung maksud dan tujuan bahwa kehadiran anggota Brimob Polda NTT sangat dibutuhkan untuk bisa membantu personel Polda Metro Jaya dan bergabung dengan 15 polda lainnya," katanya.

Komandan berbintang dua itu yakin anggota Brimob Mampu menjalankan perintah pimpinan karena skill dan pengalaman sudah teruji dengan pengamanan sebelumnya.

Ia pun berpesan dalam melaksanakan tugas nantinya harus dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

Tugas BKO Polda Metro Jaya dalam rangka pengamanan aksi unjuk rasa dari aliansi BEM seluruh Indonesia, menurut dia, tidaklah ringan dan penuh tantangan.

"Maka, sebagai Brimob Polri yang merupakan andalan Polri dalam menghadapi ancaman yang berintensitas tinggi, kami harapkan mampu melaksanakan tugas ini dengan baik, aman, dan sukses," katanya.

Kapolda mengimbau personel BKO dari Brimob NTT menghindari tindakan yang dapat memicu unjuk rasa atau konflik serta tindakan yang merugikan, membahayakan diri sendiri, maupun kesatuan.

Ia pun berpesan kepada 105 personel supaya memahami tata manajemen operasional/SOP pengamanan, yaitu: pertama, sasaran tugas yang jelas; kedua, petugas yang dilibatkan harus jelas; ketiga, bagaimana cara bertindak harus jelas; keempat, siapa pejabat/petugas pengendalinya di lapangan juga harus jelas.

"Kami berharap agar benar-benar memahami bidang tugas dan tanggung jawab di lingkup tugas masing-masing dan saling bersinergi demi soliditas Satbrimobda NTT," katanya.

Diakhiri sambutannya, Kapolda NTT menekankan kepada personel BKO untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

"Hindari arogansi dan jangan menyakiti atau merugikan kepentingan masyarakat. Tunjukkan sikap yang baik dan tingkah laku sesuai dengan kultur budaya masyarakat setempat. Memupuk kebersamaan, disiplin, dan kerja sama dengan unsur satuan pengamanan yang lain," tandasnya.